- PT FITT keluar dari bisnis perhotelan setelah berganti pemegang saham pengendali menjadi Jinlong Resources Investment.
- FITT melakukan divestasi dua anak usaha senilai total Rp67,25 miliar untuk fokus pada sektor maritim.
- Perusahaan berencana menjadi *holding* dengan mengubah KBLI, nama, dan mengadakan RUPSLB pada 12 Maret 2026.
Suara.com - PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) memulai babak baru dalam sejarah korporasinya. Pasca pergantian pemegang saham pengendali, emiten ini memutuskan untuk keluar sepenuhnya dari operasional bisnis perhotelan.
Langkah strategis ini ditandai dengan pelepasan seluruh kepemilikan saham pada dua anak usahanya guna mengubah arah bisnis menjadi perusahaan holding yang berfokus pada sektor maritim.
Harga saham FITT sendiri pada hari ini, Kamis (26/2/2026) terpantau berkisar di angka Rp735, melemah 1,34% dari pebukaan pasar.
Pergantian lini bisnis ini adalah kelanjutan dari aksi akuisisi yang dilakukan oleh Jinlong Resources Investment. Perusahaan tersebut mengambil alih 627 juta lembar saham atau setara 48,07 persen porsi kepemilikan FITT dengan harga Rp105 per saham.
Total nilai investasi yang dikucurkan Jinlong mencapai Rp65,8 miliar dengan visi untuk memperkuat ekspansi bisnis di pasar Indonesia.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (25/2/2026), FITT telah menyepakati Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) untuk melepas unit bisnis lamanya. Rincian divestasi tersebut mencakup:
PT Bumi Majalengka Permai (BMP): Dilepas dengan nilai Rp21,92 miliar.
PT Fitra Amanah Wisata (FAW): Dilepas dengan nilai Rp45,33 miliar.
Secara akumulatif, nilai transaksi penjualan aset ini menyentuh angka Rp67,25 miliar.
Baca Juga: Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
Mengingat jumlah tersebut melampaui 50 persen dari total ekuitas perseroan per September 2025, langkah ini dikategorikan sebagai transaksi material yang memerlukan transparansi dan persetujuan khusus.
Direktur FITT, Sukino, menjelaskan bahwa restrukturisasi ini bertujuan agar perusahaan dapat lebih fokus pada fungsi pengawasan strategis dan kepemilikan saham (holding).
Berdasarkan prospektus terbaru, FITT membidik industri angkutan laut, baik domestik maupun internasional, sebagai lini bisnis utama melalui anak perusahaan baru yang akan segera dibentuk.
Seiring dengan pergeseran fokus ke sektor pelayaran, perseroan berencana mengubah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menjadi Aktivitas Perusahaan Holding (64200). Transformasi ini juga akan diikuti dengan perubahan nama perusahaan serta pemindahan lokasi kantor pusat.
Guna memuluskan manuver besar ini, manajemen FITT dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Maret 2026 di Jakarta Selatan.
Berita Terkait
-
BBRI Segera Lunasi Green Bond Rp879,43 Miliar, Dana Sudah Siap
-
Pendapatan AVIA Naik Rp652 Miliar, Emiten Laporkan Laba Bersih Meningkat
-
Harga Saham BULL Tertekan saat Emiten Gencar Ekspansi
-
IHSG Sesi 1 Terkoreksi ke Level 8.255: BUMI Laris Manis, INDS Anjlok Paling Parah
-
Trading Saham Global Kini Bisa 24 Jam Nonstop
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram
-
Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?
-
IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
-
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz