Suara.com - Tangan dingin Moses Lo membawa Xendit lebih populer di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara sebagai startup financial technology (fintech) penyedia sistem pembayaran (payment gateway).
Moses Lo sebagai CEO & Co-Founder Xendit pun menjadi perbincangan. Anak muda yang masuk tokoh Forbes’ 30 Under 30 ini siap membawa Xendit menjadi unicorn Indonesia berikutnya.
Bahkan dia bermimpi membangun perkumpulan (alumni) Xendit, mendukung Xenpeeps untuk membangun bisnisnya sendiri.
Semua berawal dari misi untuk membuat proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, layanan yang hebat, dan aman yang membantu para pelaku usaha di Indonesia.
Peluang itu terbuka lebar karena melihat transformasi digital ekonomi di Indonesia dan Asia Tenggara yang begitu cepat, dan membutuhkan Xendit untuk membantu memproses pembayaran, membantu marketplace menyederhanakan pembayaran, mengirimkan pembayaran dan pinjaman, mendeteksi penipuan dan membantu bisnis bertumbuh secara eksponensial.
Berdiri resmi tahun 2015, Xendit membuktikan diri mampu menyediakan layanan kelas dunia yang memudahkan proses transaksi, hingga dipercaya UMKM lokal hingga startup terbesar di Indonesia dan juga bisnis besar seperti Traveloka dan Tiket.com.
Hanya dalam 4 tahun, ribuan pelaku bisnis lainnya mempercayakan sistem pembayaran bisnis mereka ke Xendit, baik itu e-Commerce, Platforms and Marketplaces, Gaming, Insurance, dan Travel.
“Ide awal kami adalah untuk memajukan infrastruktur pembayaran di Indonesia. Kami berharap dengan produk yang ditawarkan, kami dapat membantu melahirkan generasi unicorn selanjutnya. Kami ingin startup, UMKM dan bisnis lainnya dapat tumbuh cepat tanpa harus mengkhawatirkan tentang infrastruktur pembayaran, sehingga mereka dapat benar-benar berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih penting,” kata Moses Lo dalam keterangannya, Senin (23/3/2020).
Menurutnya, Xendit dapat memberikan kontribusi positif untuk PDB Internet di Indonesia dengan membantu proses pembayaran UMKM, startup hingga korporasi besar di Indonesia. Hal ini tentunya memiliki efek positif yang besar bagi perekonomian negara.
Baca Juga: Kembali Puncaki Forbes, Taylor Swift Jadi Selebriti Terkaya 2019
Sebut saja Traveloka, Tiket.com, Travelio, Garuda Indonesia dalam bisnis agen perjalanan online, bisnis perhotelan dan platform wisata. Allianz, Ciputra, PasarPolis, Qoala untuk jenis bisnis asuransi.
Kemudian Bukalapak, Lazada, Suzuki, Cohive, Samsung, Tribehired untuk jenis platform and marketplaces. Travelio.com, Oaken, Wish, untuk jenis bisnis e-Commerce, dan masih banyak lagi seperti Unicef, WWF, Techinasia, dan lainnya. Para pelanggan yang punya nama besar dan tentunya punya kontribusi penting bagi ekonomi Indonesia.
Menurut Moses Lo, Xendit adalah jawaban atas permintaan sebagian besar pengusaha yang memiliki kendala dalam menemukan sistem pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan dan standar mereka.
Melalui beberapa eksperimen product market-fit, Moses dan co-founder Xendit, Tessa Wijaya, memutuskan untuk fokus dan membangun payment gateway setelah mendapatkan umpan balik dari beberapa calon pelanggan potensial.
Xendit memprioritaskan tiga hal, kecepatan (integrasi yang cepat), kesederhanaan (integrasi mudah, penetapan harga yang sesuai), layanan terbaik (tim customer service yang responsif).
Percaya atau tidak, Xendit memproses jutaan transaksi tiap bulan, bertumbuh 25 persen tiap bulannya selama 2 tahun terakhir. Dengan dukungan 200-an talenta muda berkualitas (yang mereka sebut Xenpeeps) dari seluruh dunia menciptakan produk unggulan dan memberikan nilai-nilai baik bagi pelanggan Xendit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional