Suara.com - Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra memprediksi pergerakan rupiah pada awal akhir pekan ini bisa kembali loyo terhadap dolar AS.
Menurut pengamatannya, pasar kembali mengkhawatirkan penyebaran wabah Coronavirus Disease atau Covid-19 yang sudah memberikan dampak negatif terhadap perekonomian, seperti yang disampaikan oleh IMF bahwa pandemi ini sudah menyebabkan krisis ekonomi dan keuangan global.
Lockdown karena wabah menyebabkan aktivitas ekonomi berkurang dan menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara. Sentimen penahan pelemahan mungkin datang dari ditandatanganinya UU stimulus jumbo Amerika Serikat yang mengeluarkan dana hingga 2 triliun dolar AS untuk meredam dampak negatif wabah dalam perekonomian Negeri Paman Sam.
"Senin, rupiah berpotensi bergerak Rp 16.100 - Rp 16.300," kata Ariston Tjendra dalam riset hariannya, Senin (30/3/2020).
Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Jumat pekan kemarin (27/3/2020) berada di level Rp 16.170 per dolar. Level itu menguat dibandingkan pergerakan Kamis sebelumnya, di level Rp 16.305 per dolar AS.
Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Jumat pekan kemarin berada di level Rp 16.230 per dolar AS. Posisi itu menguat dibandingkan pada Selasa sebelumnya, yang di level Rp 16.328 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra
-
5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG