Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal kembali membuka kegiatan ekonomi di sejumlah negara bagian di AS. Hal ini, setelah teror dari Pandemi Covid-19 atau virus corona dirasa mulai mereda.
Dilansir Reuters, Donald Trump mencatat bahwa jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat telah mulai menurun yang menunjukkan bahwa upaya pelonggaran sosial telah berhasil.
Sementara itu, sejumlah Gubernur negara bagian tampaknya mulai mendiskusikan rencana untuk melanjutkan kegiatan ekonomi di daerahnya.
Para Gubernur di sembilan negara bagian di pantai Timur dan Barat AS mengatakan bahwa mereka telah mulai merencanakan pembukaan kembali ekonomi mereka secara perlahan.
Untuk diketahui, virus corona telah menewaskan lebih dari 22.000 orang di Amerika Serikat dan menutup semua perjalanan penting dan aktivitas bisnis.
Trump menegaskan, ia memiliki wewenang tertinggi dalam memutuskan berjalannya kembali kegiatan ekonomi. Sehingga, ia meminta para Gubernur tak gegabah dalam membuka kegiatan ekonomi.
"Presiden Amerika Serikat sudah memanggil. Dia berkata, kita akan bekerja lagi untuk negara," ujar Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel
-
IHSG Gaspol Terus, Melonjak ke Level 7.700 Pagi Ini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN