Suara.com - Wabah Covid-19 yang telah menggemparkan dunia, terutama di Indonesia, sudah memporak porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tak dipungkiri, sektor ekonomi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) paling terpukul. Bekerja dilakukan di rumah (Work From Home), hampir semua pelaku usaha kecil dan menengah mulai merubah cara agar daganganya tetap dibeli konsumen.
Banyak pengamat ekonomi dari berbagai kalangan menyebut, situasi ini bisa saja berlangsung selama 3 sampai 6 bulan ke depan, yang tentunya akan berimplikasi terhadap sektor-sektor utam, termasuk sektor pertanian yang merupakan jantung kehidupan karena berkaitan dengan pangan pokok masyarakat.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, atau yang disapa SYL, dalam beberapa kesempatan telah mengingatkan kepada jajarannya agar produksi pangan pokok, utamanya padi, harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengungkapkan, untuk menjaga produksi pertanian, pihaknya telah memberikan banyak bantuan alat mesin pertanian dan bagi petani padi yang terdampak gagal panen maka telah dilindungi dengan asuransi pertanian.
“Untuk diketahui bersama, realisasi pelaksanaan asuransi pertanian tahun 2020, sampai dengan minggu pertama April ini untuk AUTP seluas 360.325,27 hektare dari total alokasi 1 juta hektare, dan realisasi Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) sebanyak 23.992 ekor dari target 120 ribu ekor,” katanya.
Apa yang disampaikan oleh Sarwo sangat berasalan, mengingat petani sebagai pelaku usaha juga tentunya memiliki beban yang tidak ringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walaupun kebutuhan pokok tersedia, boleh jadi sebagai bahan pendamping selain beras mereka harus berjuang keras untuk memenuhi itu semua, apalagi tatkala lahan usaha taninya mengalami gagal panen sehingga tak ada yang bisa di jual.
Pemerintah melalui peraturan UU No 19 Thn 2013 telah jelas mengamatkan adanya perlindungan usahatani dalam bentuk asuransi pertanian. Komoditas yang sudah berjalan yakni progran Asuransi Usahatani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dimana alokasi yang telah disiapkan tahun 202, yaitu seluas 1 juta hektare dan 150 ribu ekor untuk asuransi ternak sapi dan kerbau.
Sebagai pelaksana program tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Saran Pertanian Direktorat Pembiayaan Pertanian menggandeng BUMN PT. Jasindo sebagai penanggung dari program tersebut yang tersebar di seluruh Indonesia.
Terus Koordinasi Selama Covid-19
Indah Megahwati, Direktur Pembiayaan Pertanian yang juga sebagai motor penggerak program menyatakan koordinasi akan terus dilakukan walau masih dalam pandemi Covid-19.
Baca Juga: Dengan Kebijakan dan Strategi, Kementan Siap Hadapi Musim Kemarau 2020
“Di tengah wabah Covid-19 ini, saya turut merasakan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para petugas di pusat dan di lapangan, akan tetapi itu semua akan kami upayakan agar koordinasi tetap berjalan sebagaimana mesti nya tentu dengan pola komunikasi yang berbeda. Sebagai upaya peningkatan ekonomi petani yang terdampak Covid-19, saya mengupayakan agar pembayaran klaim asuransi pertanian untuk segera di bayarkan kepada petani, agar jangan sampai biaya produksi petani menggunakan dana yang lain sehingga memberatkan para petani, oleh karena itu Jasindo untuk segera membayarkan biaya klaim para petani," katanya, saat dihubungi melalui jaringan seluler, Selasa (14/4/2020) waktu setempat.
Di tempat terpisah, Ika Dwinita Sofa, Group Head Asuransi Pertanian Mikro dan Program Pemerintah Asuransi Jasindo menyatakan, total pembayaran klaim asuransi saat ini sudah cukup tinggi, yaitu di atas Rp 10 miliar.
“Total pembayaran klaim asuransi padi dan ternak sapi sampai awal April 2020 ini sudah mencapai Rp 10,1 miliar lebih. Kami percepat pembayarannya, karena situasi Covid-19 ini terasa sekali dampaknya, sehingga dana klaim bisa menjadi modal awal para petani untuk menanam padi dan membeli bibit ternak sapi,” katanya.
Kementan berharap, upaya kecil ini bisa berdampak signifikan bagi para pelaku usaha tani di lapangan, dan situasi bisa kembali normal seperti sediakala.
Berita Terkait
-
Program Aksi Kemnaker, BLK Samarinda Serahkan 200 APD pada IDI
-
Cangih, Apple Maps Tampilkan Lokasi Tes Covid-19
-
Pasien Corona Tembus 10.000, India Resmi Perpanjang Masa Lockdown
-
Best 5 Otomotif Pagi: Fortuner Jadi Ambulans, Lelang Porsche Atasi Corona
-
Cegah Corona, Bayi Baru Lahir Dipakaikan Penutup Wajah
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin
-
Presiden Prabowo Teken Kerja Sama Ekonomi Rp 370 T dengan Jepang
-
Isu Harga BBM Tembus Rp17 Ribu, Pengendara: Mending Full Tank Sekarang!
-
Purbaya Bertemu Dubes Tiongkok Usai Wacanakan Pajak Tambahan Produk China di E-commerce
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Bisnis Properti 2026 Diprediksi Tumbuh 8 Persen, Hunian Konsep 'Resort' Jadi Incaran Kaum Urban
-
Pertamina Patra Niaga Jaga Energi dengan Dukungan Armada Logistik Laut di Tengah Dinamika Global
-
MoU Indonesia-Jepang: 10 Proyek Kerja Sama Investasi dengan Nilai Rp 392,7 Triliun
-
97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China
-
Ramai Pengendara Isi Bensin Full Tank Jelang Pengumuman Kenaikan BBM