Suara.com - Polemik perebutan merek dagang Bensu antara Ruben Onsu dengan pemilik I Am Geprek Bensu menjadi catatan tersendiri dalam dunia bisnis. Kekalahan yang dialami oleh Ruben Onsu dalam perebutan merek tersebut, menurut Pakar Digital Branding Indonesia, Soegimitro adalah peluang bagi Ruben Onsu untuk melakukan rebranding dan memperkuat personal branding.
Menurut Soegimitro, dengan keputusan Mahkamah Agung yang mengharuskan Ruben Onsu mengganti merek dagangnya, Ruben harus mulai berpikir ke depan dan tidak lagi berpolemik dengan persoalan merek dagang.
"Ruben Onsu adalah public figure yang dikenal baik oleh masyarakat, lurus dan memiliki citra yang baik, itu adalah kekuatan merek dari Ruben, sehingga bisnis apapun yang dimiliki Ruben dengan nama apapun akan tetap dipilih masyarakat," kata Soegimitro dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).
Soegimitro menyebutkan personal branding seharusnya menjadi keutamaan bagi pemilik bisnis dan bukan sekedar merek dagangnya. Pasalnya, setiap merek dagang harus memiliki wajah. Sebagai contoh, Apple, memiliki merek dagang tetapi yang menjadikannya semakin kuat adalah personal branding Steve Jobs.
Menurut Soegimitro, Pakar Digital Branding Indonesia mengungkapkan, Ruben Onsu sudah seharusnya mulai memulihkan bisnis yang telah ia geluti dan sudah berkembang sangat baik.
"Jangan habiskan waktu, berpolemik mengenai merek sehingga menghambat bisnis yang sudah berjalan, bahkan bisa memperburuk citra Ruben yang sudah dikenal baik oleh masyarakat, mengalah bukan berarti kalah," kata Soegimitro Pakar Digital Branding Indonesia.
Soegimitro berpendapat, dengan kualitas produk yang sama enaknya dan sama baiknya dari segi rasa dan packaging, bisnis Ayam Geprek milik Ruben Onsu meski berganti nama akan tetap menjadi pilihan masyarakat. Terbukti, gerai milik Ruben Onsu terus bertambah bahkan hingga ke mancanegara.
"Ini membuktikan bahwa Ayam Geprek milik Ruben disukai masyarakat dan dengan menjaga kualitas, meski berganti nama, produk tersebut akan tetap dicari masyarakat," kata Soegimitro.
Hal pertama yang harus dilakukan Ruben Onsu dalam polemik ini, menurut Soegimitro, adalah menahan diri untuk mengeluarkan pernyataan yang bisa memperkeruh suasana. Lalu, bangun personal branding yang kuat.
Baca Juga: Ruben Onsu Dikasih Pilihan Beli Merek Bensu ke Pemilik I Am Geprek Bensu
"Ruben dan keluarga kan sudah dikenal sebagai keluarga yang harmonis, solid dan murah hati, nah tinggal dikuatkan saja untuk meningkatkan value bisnis yang dimiliki Ruben dan keluarga," kata Soegimitro.
Soegimitro menyebutkan, personal branding yang kuat dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang diwakilinya. Audiens akan merasa lebih terhubung secara emosional dengan produk jika bisa berinteraksi langsung dengan sang pemilik produk tersebut.
"Semakin banyak pelanggan mengalami nilai dan emosi yang sama melalui setiap interaksi dengan Anda, atau produk dan layanan Anda, semakin mereka percaya, mengharapkan dan menghargai pengalaman relevan serupa," ujar Soegimitro Pakar Digital Branding Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan