Suara.com - Penurunan rating PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) oleh Pefindo hanya 1 level dibandingkan dengan penurunan rating 2 level oleh Fitch, hal ini menunjukan Manajemen baru memiliki rencana yang lebih terukur.
Penurunan rating ini juga lebih disebabkan oleh risiko kinerja yang dihadapi oleh sektor konstruksi dan sektor lain akibat adanya pandemi Covid-19.
Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai hal tersebut sebagai hal yang wajar dan bukan sebagai hal yang buruk. Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 membuat kinerja perusahaan kehilangan performanya.
"Ya saya kira rating itu wajar saja mengingat kinerja WSKT saat ini. Di tengah pandemi corona tentu banyak pekerjaan dan rencana proyek baru yang mungkin harus dibatalkan," kata Toto ditulis Jumat (10/7/2020).
Toto berpendapat, di tengah kondisi seperti ini, Perusahaan harus optimal melakukan penagihan atas piutang yang ada terutama terkait proyek infrastruktur dalam rangka memperbaiki situasi likuiditas, sekaligus mengoptimalkan biaya proyek yang sedang berjalan, terutama aspek efisiensi proyek.
"Dan ke depan mungkin harus tahan diri dulu secara selektif untuk proyek-proyek baru yang akan diambil. Dengan cara ini mudah-mudahan situasi keuangan ke depan bisa lebih baik," tandas dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit
-
Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik
-
Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor