Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei terhadap perkembangan mobilitas penduduk setelah pemerintah melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB pada awal Juni 2020.
Dari data tersebut terlihat bahwa mobilitas penduduk seperti di tempat perdagangan ritel dan rekreasi perlahan menuju sisi normal.
"Ada perkecualian di Idul Adha, selama Idul Adha masyarakat di rumah sehingga mobilitas ritel dan rekreasi mengalami penurunan. Ada progres di sana sejak ada relaksasi (pelonggaran)," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Selasa (18/8/2020).
Kecuk menjelaskan mobilitas di tempat belanja untuk kebutuhan sehari-hari mobilitasnya lebih cepat dibandingkan dengan kegiatan tempat lain.
"Khusus untuk Idul Adha, dua hari sebelum Idul Adha pattern hampir sama dua hari tiga hari sebelum Idul Fitri, melakukan kegiatannya secara normal, bisa dilihat di sana mobilitas di tempat belanja sehari-hari ini sudah hampir mendekati normal meski belum sepenuhnya," ucap Kecuk.
Kecuk menuturkan, berdasarkan data yang diolah BPS dari Google Analytic, kegiatan di tempat belanja kebutuhan sehari-hari pada Juli 2020 hanya 2,6 persen di bawah normal.
Sedangkan mobilitas penduduk di tempat perdagangan ritel dan rekreasi di bulan Juli pergerakannya lebih bagus dibandingkan bulan Juni, tapi masih 17,7 persen di bawah normal.
Mobilitas penduduk di taman, masih 16,6 persen pada bulan Juli, di tempat transit posisi bulan Juli justru masih minus 35,3 persen di bawah normal. Tempat kerja 20 persen.
"Karena kita tahu banyak perkantoran masih 50 persen WFH dan 50 persen WFO," kata Kecuk.
Baca Juga: Catat! Berikut Informasi Tingkat Keamanan Bepergian selama Pandemi
"Tapi dari sini kita bisa dilihat dari bulan ke bulan aktivitas masyarakat mulai bergerak dan akan mempengaruhi denyut ekonomi melawan Covid-19, sehingga pemulihan ekonomi nasional bisa segera terwujud," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto