Suara.com - Untuk mengoptimalkan potensi pertanian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri dan memenuhi pasar internasional, Kementerian Pertanian (Kementan) menginisiasi Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks), sebagai program jangka panjang. Program ini diharapkan mampu menjadi pendobrak luar biasa dalam peningkatan ekspor Indonesia selama 4 tahun ke depan.
"Saya menitipkan pesan kepada eksportir, agar kalian membuka lapangan pekerjaan secara luas. Kami butuh tangan eksportir agar rakyat kita banyak yang kerja. Caranya dengan meningkatkan ekspor kalian menjadi tiga kali lipat," kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2020 mengalami surplus sebesar 1,27 miliar dolas AS. Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari impor.
Adapun nilai ekspor secara keseluruhan pada Juni 2020 mencapai 12,03 miliar dolar AS, sedangkan impor selama Juni sebesar 10,76 miliar dolar AS.
Mengenai hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menegaskan bahwa komoditas pertanian memiliki kontribusi besar dalam surplus neraca perdagangan Indonesia selama pandemi Covid-19. Surplus tahun ini, bahkan merupakan yang tertinggi selama 5 tahun terakhir, mengalahkan surplus 2017 sebesar 11,84 miliar dolar AS.
"Neraca dagang kita surplus sebesar 13,5 miliar dolar AS. Hasil ini lebih baik dari 2019, yang dalam periode sama mengalami defisit sebesar 2,24 miliar AS. Komoditas pertanian menjadi penyumbang besar bagi neraca dagang kita selama pandemi," ujar Agus.
Berdasarkan data ekspor kumulatif pada Januari hingga September 2020, sektor pertanian meningkat sebesar 11,5 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu, pada periode yang sama. Adapun produk ekspor yang meningkat adalah buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran dan produk hewan.
"Hal ini memberikan sinyal optimisme bagi masyarakat dan pelaku pasar, bahwa perekonomian Indonesia sudah on track atau di jalurnya menuju ke arah yang lebih baik," katanya.
Bahkan kata Mendag, pihaknya mencatat masih adanya proses ekspor yang dilakukan secara intens oleh beberapa perusahan daerah, khususnya untuk komoditas kopi, kapulaga, karet, hingga produk turunan kelapa sawit.
Baca Juga: Jadi Pendorong Ekspor, Kementan Terus Kembangkan Talas Beneng
Baru-baru ini, Koperasi Baitul Qiradh Baburrayan sukses mengekspor kopi Arabika Gayonya sebanyak 57,6 ton ke Amerika Serikat. Kopi tersebut diekspor dengan nilai Rp 4,2 miliar.
Bukan hanya itu, produk pertanian lainya, yakni 104 ton kelapa parut asal Sulawesi Utara sukses menambah daftar ekspor Indonesia ke negara Brasil.
Menurut Agus, ke depan, kementeriannya akan fokus untuk meningkatkan lalu lintas ekspor pada hasil olahan makanan dan produk pertanian. Kedua komoditas itu diyakini dapat menyumbang nilai ekspor tinggi di pasar internasional.
"UMKM memang produk yang potensial. Makanan olahan khususnya, dan hasil pertanian, ini yang akan kita ekspor. Makanya, kita akan membuat pelatihan ekspor melaui metode daring untuk memaksimalkan ekspornya," tutupnya.
Sejauh ini, Kemendag dan Kementan sukses membangun kolaborasi dalam membangun sektor pertanian yang jauh lebih baik.
Berita Terkait
-
Ajak Kaum Muda Bertani, Presiden : Pertanian Berpeluang Besar di Masa Depan
-
Stok Pangan Nasional Aman Hingga Desember 2020, Padi Surplus 7 Juta Ton
-
Sumpah Pemuda, Petani Milenial: Kesejahteraan Pangan Dimulai dari Pertanian
-
Pantau Panen Raya di Sumbar, Mentan : Stok Beras Melimpah
-
Indonesia Berhasil Swasembada Ayam, Sayang Konsumsinya Masih Rendah
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban