Suara.com - Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Dampak penyebaran wabah yang sanggup merontokkan sendi-sendi kehidupan sosial juga belum sepenuhnya dapat disisihkan.
Perlahan tapi pasti, sebagian lembaga dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan beradaptasi di tengah pandemi. Buktinya, aktivitas ekonomi kembali bergeliat meski belum seperti sedia kala.
Sebagian lain, cukup kesulitan untuk menyesuaikan. Institusi yang didera paceklik berkepanjangan ini kebanyakan adalah lembaga-lembaga swadaya sosial.
Mereka lebih banyak menyandarkan nasibnya dari derma para donatur kian terhimpit lantaran lembaga-lembaga usaha yang selama ini menjadi tumpuan belum sepenuhnya keluar dari ancaman krisis.
Bagaimanapun, panti-panti yang menjadi perpanjangan tangan negara dalam melaksanakan tanggung jawabnya kepada kelompok masyarakat rentan ini membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak agar dapat bertahan di tengah situasi yang belum menentu. Kini, harapan mereka sepenuhnya disandarkan kepada lembaga-lembaga usaha yang masih menunjukkan tren positif.
Bank BJB sebagai lembaga usaha yang beruntung dapat mencatatkan kinerja positif selama masa pandemi COVID-19 menyambut situasi ini dengan tangan terbuka. Beriringan dengan perannya sebagai agen penggerak, bank BJB turut berkontribusi dengan memberikan sumbangsih bantuan kepada panti-panti sosial yang membutuhkan.
Dilaksanakan serempak di jaringan kantor cabang yang berada di seluruh penjuru negeri, Rabu (4/10/2020), bank BJB bergerak pasti mengulurkan tangan kepada panti-panti yatim. Bantuan tersebut disalurkan untuk menopang operasional panti yang dihuni yatim-piatu.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank BJB Widi Hartoto mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bank BJB terhadap sesama. Sebagai bagian dari komunitas, bank BJB berkepentingan untuk ikut andil dalam upaya-upaya produktif dalam memastikan hajat sosial masyarakat, khususnya di tengah masa pandemi COVID-19.
"Keberhasilan bank BJB dalam meraih kesuksesan usaha tidak bisa dilepaskan dari peran serta dan dukungan masyarakat terhadap perkembangan bisnis yang kami jalankan. Sebagai bagian dari komunitas, sudah sepatutnya perseroan juga ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan-dukungan konkret kepada masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya berkesinambungan yang senantiasa dilakukan bank BJB dalam keterlibatan aktif perusahaan sebagai agen penggerak," kata Widi.
Baca Juga: Bank BJB Konsisten Jaga Tren Pertumbuhan Positif Selama 2020
Bantuan berupa santunan kepada panti-panti yatim ini merupakan persembahan Tandamata yang tulus dipersembahkan oleh bank BJB. Panti-panti sosial adalah lembaga yang memiliki peranan vital dalam tatanan sosial masyarakat, khususnya dalam membina dan memberdayakan segenap elemen bangsa yang menjadi modal berharga dalam pembangunan.
Uluran tangan kepada panti yatim-piatu ini disalurkan melalui program corporate social responsibility (CSR) bank BJB. Dukungan ini diharapkan akan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada panti sosial serta dapat menginspirasi lembaga usaha lainnya untuk melakukan langkah serupa.
Perseroan memastikan peran partisipatif untuk mengurangi beban sosial masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 akan terus berlanjut ke depan. Sebelumnya, bank bjb juga terbilang aktif menyalurkan bantuan kepada berbagai elemen masyarakat rentan dengan menyediakan bantuan-bantuan kebutuhan dasar. Panti sosial tak luput sebagai sasaran penyaluran bantuan.
Sokongan juga diberikan kepada para tenaga medis di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan nyata bank BJB terhadap seluruh lapisan masyarakat dalam gerakan melawan COVID-19.
Berita Terkait
-
Bank BJB Konsisten Jaga Tren Pertumbuhan Positif Selama 2020
-
Bank BJB Raih Laba Bersih Rp 1,2 Triliun di Kuartal III 2020
-
Bank BJB Dinobatkan Sebagai Peraih Penghargaan Top GRC 2020
-
Proaktif Bantu Penanganan Covid-19, Bank BJB Dapat Penghargaan dari BNPB
-
BJB Gandeng Kahitna Gelar Konser Virtual Tandamata 34 Tahun Kahitna
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang