Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik hasil positif uji klinis vaksin virus corona atau Covid-19 yang diproduksi Pfizer, menurut dia hasil uji ini menimbulkan sentimen positif bagi ekonomi global.
"Ada beberapa berita positif disampaikan, penemuan efektivitas salah satu vaksin Pfizer timbulkan sentimen positif seluruh dunia, hasil Pemilu AS juga diharapkan timbulkan sentimen positif," kata Sri Mulyani dalam sebuah webinar yang dilakukan secara virtual, Selasa (10/11/2020).
Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini sentimen positif ini diperlukan bagi ekonomi global yang sudah hampir 9 bulan ini mendapat tekanan hebat akibat pandemi corona.
"Sekarang bulan ke-9 atau menjelang bulan ke-10 Covid-19, sesudah didecalare pendemi, kita semua tahu covid ini merupakan masalah kesehatan telah menyebabkan domino effect masalah sosial, ekonomi, keuangan di seluruh dunia," paparnya.
Meski begitu kata dia penyebaran virus corona memang tidak mudah dikendalikan dan menjadi salah satu tantangan bagi dunia. Apalagi saat terjadi gelombang kedua penyebaran virus corona di sejumlah negara di AS dan Eropa.
"Sementara Covid-19 masih terus berlanjut di mana jumlah positif masih meningkat bahkan di negara-negara AS, Eropa mengalami second wave (gelombang kedua). Memasuki Desember atau menjelang winter dan melihat semua negara berupaya kendalikan penyebaran Covid-19, tingkat kematian dan tingkat kesembuhan," paparnya.
Perusahaan farmasi Pfizer mengumumkan hasil yang menjanjikan terkait uji klinis tahap III vaksin virus corona atau Covid-19 yang mereka kembangkan.
Pfizer mengatakan vaksin eksperimentalnya lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19, berdasarkan data awal, sebuah kemenangan dalam pertempuran melawan pandemi yang memaksa penguncian di seluruh dunia.
Baca Juga: Enggan Kalah dari Pfizer, Rusia Klaim Vaksin Covid-19 Miliknya 90% Efekif
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan
-
Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini
-
4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
-
Purbaya Sebut Prabowo Tak Cawe-cawe soal Calon Ketua OJK
-
Diultimatum Prabowo, Purbaya Bongkar Kenapa Bali Jadi Kotor dan Penuh Sampah