Bisnis / Makro
Selasa, 03 Februari 2026 | 15:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai laju inflasi tahunan per Januari 2026 yang menyentuh angka 3,55 persen.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai laju inflasi tahunan per Januari 2026 yang menyentuh angka 3,55 persen. Foto Fakhri-Suara.com
Baca 10 detik
  • Naiknya inflasi Januari 2026 dipicu berakhirnya subsidi diskon listrik.
  • Stimulus dialihkan ke transportasi untuk genjot ekonomi Kuartal I-2026.
  • Ada diskon tiket pesawat (16%), kereta/laut (30%), hingga tol (20%).

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara mengenai laju inflasi tahunan per Januari 2026 yang menyentuh angka 3,55 persen.

Meski merangkak naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Airlangga menegaskan bahwa kondisi ini masih dalam koridor terkendali.

Penyebab utama dari pergeseran angka ini adalah absennya kebijakan diskon tarif listrik yang pada awal 2025 sempat diberikan sebesar 50% kepada 90 juta keluarga.

"Tahun lalu kita kasih diskon listrik 50 persen. Tahun ini tidak ada, sehingga ada perbedaan karakter pergerakan harga," ujar Airlangga di sela acara Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Alih-alih melanjutkan subsidi listrik yang masif, pemerintah kini memilih strategi yang lebih selektif. Fokus stimulus dialihkan untuk memicu mobilitas masyarakat dan konsumsi pada Kuartal I-2026.

Pemerintah optimistis bahwa kuartal pertama adalah kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi setahun penuh. "Target kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena Kuartal I sangat krusial," tambah Airlangga.

Sebagai kompensasi atas ditiadakannya diskon listrik, pemerintah menyiapkan sederet insentif di sektor transportasi yang akan berlaku dalam waktu dekat:

  1. Penerbangan Domestik: Diskon tiket kelas ekonomi hingga 16% melalui skema PPN ditanggung pemerintah (DTP).
  2. Operasional Bandara: Pemotongan airport tax (PJP2U) sebesar 50% dan diskon harga avtur.
  3. Kereta Api & Laut: Potongan harga tiket hingga 30%.
  4. Infrastruktur Jalan: Diskon tarif jalan tol sebesar 20%.

Langkah agresif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan roda ekonomi berputar lebih kencang di awal tahun melalui sektor pariwisata dan distribusi logistik.

Baca Juga: Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif

Load More