Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dinobatkan sebagai perusahaan dengan Keterbukaan ESG Emiten Sektor Perbankan Terbaik dalam ESG Awards 2020, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor - Berita Satu Media, bekerja sama dengan Bumi Global Karbon Foundation, Selasa (17/11/2020). Penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas komitmen dan aksi nyata perseroan dalam penerapan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).
Dalam ajang tersebut, BRI memborong 14 penghargaan, diantaranya Keterbukaan ESG Emiten Sektor Perbankan Terbaik, Keterbukaan Environmental Emiten Sektor Perbankan Terbaik, Keterbukaan Social Emiten Sektor Perbankan Terbaik, Keterbukaan Governance Emiten Sektor Perbankan Terbaik, Keterbukaan ESG Bank Kategori Buku IV Terbaik, Keterbukaan Environmental Bank Kategori Buku IV Terbaik, Keterbukaan Social Bank Kategori Buku IV Terbaik dan Keterbukaan Governance Bank Kategori Buku IV Terbaik.
BRI juga dinobatkan sebagai Keterbukaan Governance BUMN Terbaik, Keterbukaan ESG Bank BUMN Terbaik, Keterbukaan Environmental Bank BUMN Terbaik, Keterbukaan Social Bank BUMN Terbaik, Keterbukaan Governance Bank BUMN Terbaik dan Emiten LQ45-ESG.
Direktur Utama BRI, Sunarso, menyatakan penghargaan ini merupakan apresiasi atas kinerja unggul perseroan dalam penerapan prinsip ESG dalam aktivitas bisnisnya.
“Hal ini tentu menjadi motivasi bagi BRI untuk terus melanjutkan pertumbuhan yang sustainable dalam jangka panjang dan tetap berperan dalam penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia di masa depan,” ujar Sunarso.
Komitmen BRI dalam implementasi ESG juga telah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Pengakuan tersebut terlihat dari peringkat atau skor penilaian implementasi ESG BRI dari lembaga pemeringkat internasional.
MSCI ESG Ratings memberikan nilai penerapan ESG BRI para rating A (skor meningkat dari 5.2 pada Desember 2020 menjadi 5.3, dengan nilai terbesar pada pilar sosial yang sejalan dengan tujuan BRI untuk meningkatkan portofolio kredit mikro hingga 40 persen pada tahun 2022, serta termasuk pembiayaan terhadap kegiatan usaha yang sesuai prinsip keberlanjutan.
Lembaga rating lainnya, yaitu Refinitiv menilai, kinerja ESG BRI di level 80 dengan skor pilar governance mencapai 84.6. Pilar ini menunjukkan bahwa BRI telah menerapkan tata Kelola BRI yang konsisten, peningkatan keterbukaan dan pelaporan kepada stakeholder.
Rating tersebut menempatkan BRI sebagai salah satu bank dengan kinerja ESG yang unggul secara global, sehingga penerapan prinsip ESG diharapkan menjadi nilai lebih bagi BRI dan cerminan bahwa BRI memiliki kinerja fundamental yang unggul dengan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca Juga: BRI Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Desa di Tengah Pandemi
BRI juga merupakan bank pertama di Indonesia yang dinobatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai best of the best dalam Sustainable Finance Award (SFA) karena melakukan inisiatif keuangan keberlanjutan melalui pembiayaan untuk aset ramah lingkungan, penerbitan sustainability bond pertama di Indonesia pada tahun 2019 dalam rangka penguatan liabilities BRI, dan inisiatif di bidang operasional juga sumber daya manusia .
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
-
5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik