Suara.com - Pupuk Kaltim menjadi salah satu perusahaan di Indonesia sebagai yang akan menggunakan GeNose C19, alat pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada (UGM), yang dinyatakan lolos uji dan telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI.
Pupuk Kaltim membeli 10 unit GeNose C19 dengan total senilai Rp 620 Juta. GeNose C19 diterima secara simbolis oleh Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta.
Diungkapkan Hanggara, pembelian 10 unit GeNose C19 sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi buatan anak negeri. Hal ini juga sebagai upaya Pupuk Kaltim dalam menekan penyebaran dan laju pandemi di lingkungan Perusahaan, melalui deteksi awal potensi Covid-19 bagi seluruh karyawan dan keluarga besar Pupuk Kaltim.
“Seluruh alat dioptimalkan untuk tes seluruh karyawan dan keluarga besar Perusahaan, sehingga potensi Covid-19 bisa terus diantisipasi,” kata Hanggara Patrianta dalam keterangannya, Selasa (26/1/2021).
Menurut Hanggara, tidak ada keraguan Pupuk Kaltim untuk menjadi pengguna GeNose C19, karena alat tersebut telah melalui uji diagnostik dan izin edar pun telah dikeluarkan Kemenkes RI. Hal ini dinilai cukup untuk menunjukkan GeNose menjadi pilihan mendeteksi Covid-19.
“Semua ini adalah upaya kita untuk menekan pandemi semaksimal mungkin,” terangnya.
Rektor UGM Prof. Panut Mulyono, mengapresiasi kepercayaan Pupuk Kaltim terhadap GeNose C19, yang merupakan hasil inovasi tim ahli UGM tersebut.
Dikatakannya, penggunaan GeNose C19 diharap membantu deteksi Covid-19 di masyarakat, dengan metode yang relatif sederhana secara cepat dan akurat.
Uji coba GeNose C19 pun telah dilakukan pemerintah pusat, termasuk jajaran Kementerian dengan hasil yang relatif cepat pasca pengetesan sampel.
Baca Juga: Fakta-fakta GeNose C19: Cara Kerja, Fungsi, dan Tarif yang Dikenakan
“Semoga keberadaan GeNose mampu membantu bangsa Indonesia untuk penanggulangan Covid-19, khususnya di lingkungan Pupuk Kaltim dan masyarakat di sekitar Perusahaan,” ujar Panut.
Dirinya pun menjamin GeNose C19 dapat dimaksimalkan tanpa kendala teknis, mengingat alat tersebut telah melalui tahap penyempurnaan dan keandalan perangkat secara berkala, hingga akhirnya memperoleh izin edar untuk diproduksi secara massal.
“Tapi namanya alat pasti ada lebih dan kurangnya. Jika dirasa ada persoalan, tim kami siap datang untuk membantu penanganan secara cepat,” tambah Panut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026