Suara.com - BRI berhasil menjaga kualitas kreditnya di tengah kondisi perekonomian yang melambat karena dampak pandemi Covid-19. Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan bahwa untuk menjaga risiko dan keberlangsungan bisnis kedepan, BRI memiliki pencadangan kerugian kredit yang sangat memadai dengan NPL coverage ratio di atas 200 persen.
Berdasarkan data kinerja Desember 2020, BRI tercatat telah menyalurkan kredit secara konsolidasian sebesar Rp938,37 triliun atau naik 3,89 persen secara tahunan (yoy) dengan rasio NPL gross terjaga di level 2,99 persen. Angka ini menunjukkan bahwa dalam situasi sulit pun kinerja intermediasi BRI masih berjalan dengan sangat baik.
Capaian tersebut juga merupakan prestasi, karena dengan kredit yang tumbuh diatas industri, rasio NPL BRI masih lebih baik dibandingkan kondisi industri perbankan di Indonesia pada periode yang sama, yaitu mencapai 3,06 persen.
“NPL BRI masih sangat terjaga dan lebih baik dibanding tingkat rata-rata NPL industri perbankan sepanjang 2020. Hal ini menunjukkan kehati-hatian BRI dalam menyalurkan kredit yang selama pandemi dilakukan secara selektif. Selain itu, rasio NPL yang rendah juga menggambarkan besarnya kekuatan nasabah BRI yang mayoritas pelaku UMKM untuk tetap menyelesaikan kewajibannya meski kondisi sulit terjadi akibat pandemi,” ujar Catur, Rabu (24/02/2021)
Secara individual NPL BRI (gross) sepanjang 2020 sebesar 2,94 persen. Tiga segmen dengan NPL terendah berasal dari segmen mikro sebesar 0,83 persen, segmen konsumer yakni 1,49 persen, dan segmen kecil mencapai 3,61 persen. Terjaganya kualitas pembiayaan tersebut menunjukkan kehati-hatian dan terukurnya penyaluran kredit di BRI selama ini.
“Tanpa penyaluran yang selektif dan ketat, kami tidak mungkin menorehkan angka NPL yang terjaga seperti saat ini. Khusus di segmen konsumer, rasio kredit bermasalah yang kecil juga mencerminkan debitur BRI cukup resilience dalam menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini.” sambung Catur.
BRI juga mengalokasikan biaya pencadangan (NPL Coverage) hingga 237,73 persen dari nilai total kredit bermasalah. Pencadangan yang sangat memadai ini membuat laba perusahaan terkoreksi menjadi Rp18,66 triliun di akhir tahun 2020.
Kondisi ini sejalan dengan komitmen BRI yang tidak ingin memupuk laba terlampau besar di tengah masih tingginya ketidakpastian kondisi perekonomian yang diakibatkan pandemi.
Baca Juga: Berkomitmen dalam Penerapan ESG, BRI Salurkan Kredit Rp 562 Triliun
Berita Terkait
-
Berkomitmen dalam Penerapan ESG, BRI Salurkan Kredit Rp 562 Triliun
-
Inspiratif, Kisah Mantri BRI Tingkatkan Kesadaran Inklusi di Wilayah 3T
-
BRI Ventures Punya Program Sembrani-Wira, Ini 9 Startup yang Terpilih
-
Percepat Recovery Ekonomi Nasional, BRI Turunkan Bunga Kredit
-
BRI Catat Penurunan Restrukturisasi Kredit: Ekonomi Debitur Mulai Bangkit
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?