Suara.com - Hadirnya PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kabupaten Konawe sejak 2014 telah berhasil membuat banyak perubahan dari segi infrastruktur hingga ke peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri tersebut.
Camat Morosi, Suryani Saranani melihat, sejak hadirnya perusahaan tersebut sangat banyak sekali perubahan yang terjadi di lingkungan kecamatan Morosi, khususnya dari segi peningkatan ekonomi masyarakat.
"Saya tidak bisa pungkiri dengan adanya perusahaan ini peningkatan ekonomi masyarakat sangat signifikan, dampak positifnya," ujar Suryani dalam keterangannya ditulis Senin (12/4/2021).
Sebagai pimpinan tertinggi di kecamatan Morosi, Suryani sangat bangga dengan datangnya perusahaan tersebut, pasalnya dengan adanya perusahaan masyarakat dapat memiliki penghasilan yang cukup.
"Saya hanya bangga dengan adanya perusahaan, masyarakat saya dapat dipekerjakan di sana karena andil mereka sudah cukup besar," ungkapnya.
Lanjutnya, perubahan besar juga sangat terlihat seperti dahulu banyak masyarakat yang masih menggunakan atap rumbia untuk rumahnya, namun saat ini hampir sudah tidak dapat ditemui di Morosi seiring dengan meningkatnya kemampuan ekonomi masyarakat.
"Bangunan masyarakat untuk perumahan juga secara pelan-pelan mereka adakan renovasi, itu semua dampak daripada perusahaan, apalagi dengan adanya pandemik ini kita tahu persis tetapi alhamdulillah untuk masyarakat morosi yang kerja disana masih aman," paparnya.
Senada dengan Suryani, Camat Kapoiala Muhammad Shobri Rustam mengungkapkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan ketika sebelum dan sesudah adanya PT VDNI.
"Perubahan besar, baik di tingkat usaha keluarga maupun di tingkat kesejahteraan. Di beberapa desa di Kecamatan Kapoiala memang sudah mulai bagus pendapatan mereka cukup. Alhamdulillah bisa mencukupi hidup dan menyekolahkan anak-anak," ungkapnya.
Baca Juga: VDNI Setor Pajak ke Negara Rp 2,7 Triliun
Selain itu, dari sisi tenaga kerja ia merasa juga sangat membantu keluarga di lingkungan Kapoiala baik dari sisi ekonomi hingga mengurangi kriminalitas karena telah banyak warga yang terserap menjadi tenaga kerja, sehingga mengurangi tingkat pengangguran di sana.
"Ada rasa kebanggaan sebagai keluarga disini, ketika ada keluarga di Kecamatan Kapoiala secara keseluruhan, artinya ini juga mengurangi kenakalan, tidak ada lagi nongkrong sampai malam, mereka fokus kerja ini sangat membantu kami juga, mengurangi tingkat kriminalitas," paparnya.
Suryani menyampaikan harapannya bahwa perusahaan harus menciptakan suasana yang nyaman antara masyarakat dengan perusahaan manapun dengan pemerintah. Untuk itu koordinasi dan komunikasi hal yang sangat penting.
"Kami juga harap perusahaan ini bagaimana hubungan silaturahim masyarakat dengan pemerintah selalu harmonis, dan juga ketika ada keluhan masyarakat harus cepat ditanggapi jangan sampai timbul riak-riak baru ada action, jangan ada masalah baru dicari pemerintah," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik