Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi satu dari 156 perusahaan di Indonesia yang terpilih dan turut berpartisipasi dalam ajang pameran industri dan perdagangan terbesar di dunia, Hannover Messe (HM) 2021 Digital, yang digelar pertama kalinya secara virtual dari Jerman.
Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia, Panji Winanteya Ruky, menjelaskan bahwa Pupuk Indonesia dipilih oleh Kementerian Perindustrian berkat transformasi digital yang memanfaatkan industri 4.0 secara optimal dan dinilai dapat mendukung transformasi industri dan ekonomi nasional.
Anggota holding Pupuk Indonesia, yaitu Pupuk Kaltim dan Rekayasa Industri, juga ikut berpartisipasi dan menjadi bagian dari 6.500 perusahaan dari 75 negara yang menampilkan inovasi digitalnya.
Hal ini merupakan bentuk dukungan Pupuk Indonesia dalam mendorong percepatan digitalisasi atau Making Indonesia 4.0.
Lebih lanjut Panji menjelaskan bahwa HM 2021 Digital merupakan kesempatan bagi Pupuk Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan negara lain.
“Keikutsertaan Pupuk Indonesia dalam ajang ini sejalan dengan upaya transformasi bisnis perusahaan,” kata Panji dalam keterangannya, Selasa (13/4/2021).
Dalam HM 2021 Digital, Pupuk Indonesia memaparkan berbagai hasil transformasi digital. Mulai dari bidang produksi (Smart Production), distribusi (Smart Distribution), teknologi pemupukan presisi (Precision Farming), hingga proyek strategis. Disamping juga memperkenalkan produk-produk yang selama ini sudah menjangkau banyak negara baik di Asia Pasifik, Eropa dan juga Amerika.
Di bidang produksi, Pupuk Indonesia menampilkan Smart Production, yaitu sistem big data yang mengintegrasikan data penumatik dan Distributed Control System (DCS) dengan data operasional, seperti hasil maintenance, inspeksi, dan tes laboratorium. Dari pengolahan data ini, Pupuk Indonesia bisa mendapatkan evaluasi proses produksi secara real time.
“Hasilnya akan meningkatkan efisiensi konsumsi energi, production rate, reabilitas pabrik, dan menurunkan durasi shutdown,” jelas Panji.
Baca Juga: Sambut Musim Tanam, Wamentan Harvick Terus Pantau Kesiapan Pupuk Subsidi
Pada bidang distribusi, lanjut Panji, Pupuk Indonesia menerapkan Smart Distribution, yaitu sistem penebusan pupuk secara online (e-Commerce) yang terintegrasi dengan gudang, selanjutnya sistem pemantauan stok dan distribusi atau Distribution Planning & Control System (DPCS), hingga sistem optimalisasi bongkar-muat barang di seluruh pelabuhan milik Pupuk Indonesia.
“Semua dilakukan secara real time, sehingga kami bisa mengelola data secara akurat, mempercepat proses pengambilan keputusan, hingga efisiensi biaya dan sumber daya manusia,” ujar Panji.
Untuk teknologi pemupukan presisi, Pupuk Indonesia menampilkan Precision Agriculture Platform for Oil Palm (PreciPalm).
Teknologi ini menyediakan informasi kondisi nutrisi unsur makro lahan kelapa sawit dalam bentuk peta digital lahan yang diolah dari citra satelit dan model matematis.
Informasi ini kemudian digunakan untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan N (Nitrogen), P (Phosphor), K (Kalium) dan Mg (Magnesium).
“Serta dapat digunakan juga untuk memantau kondisi nutrisi lahan perkebunan paska pemupukan secara real time,” jelas Panji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
3 Poin Harga Mati! Jordi Amat: Timnas Indonesia Wajib Libas Timor Leste
-
Isu Gaji Manajer KDMP Capai Rp16 Juta Sebulan, dari Mana Sumbernya?
-
4 Shio yang Hoki dan Bahagia 31 Juli 2026, Masa Sulit Berakhir Mulai Hari Ini
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman: Bukan Hanya Cetak Banyak Gol tapi...
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste Sore Ini: Tim Garuda Diterpa Kabar Buruk
-
Soft Life Makin Populer: Saat Gen Z Lebih Pilih Hidup Tenang dan Seimbang
-
Bedak Shade Light Beige Cocok untuk Warna Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya dari Produk Lokal
-
Ulat Sagu hingga Hutan Belantara: 5 Alasan Serial Petualangan Ini Wajib Ditonton Sebelum ke Malaysia