Suara.com - Salah satu indikator kesehatan pada suatu wilayah dapat dilihat dari kualitas udara, yang mana hal tersebut mampu mengurangi angka harapan hidup jika daerah tersebut dipenuhi dengan udara tidak sehat.
CEO NAFAS Indonesia, Nathan Roestandy menilai bahwa sesuatu yang berdampak terhadap kesehatan manusia mampu mengurangi harapan hidup mereka seperti halnya terjadi pada kualitas udara.
"Menurut saya, kalau sesuatu yang berdampak ke kesehatan bisa mengurangi life expectancy kita," ujar Nathan Roestandy dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Komunitas Bicara Udara, ditulis Selasa (13/4/2021).
Melihat dampak tersebut, Nathan yang sejak September 2020 mendirikan NAFAS bersama Piotr Jakubowski, mengatakan sudah seharusnya bagi masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan terutama terkait dengan kesehatan udara.
Ia menilai jika tidak untuk diri sendiri maka masyarakat harus memikirkan untuk generasi selanjutnya.
Salah satu kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, hal tersebut terjadi lantaran dampak ke pertumbuhan otak anak yang sedari kecil sudah terkena polusi udara akan sangat berpengaruh terhadap nilai Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.
"Jadi mungkin supaya peduli itu kadang-kadang kita perlu kayak wakeup call, ya kayak harus tahu nih sebetulnya nih kalau kita semuanya nggak peduli ya berarti kita nggak peduli dengan masa depan negara kita juga," jelas Nathan.
Lanjutnya, kesalahpaham masyarakat terhadap polusi juga terjadi. Dimana pandangan masalah kualitas udara di luar yang buruk tidak akan memasuki ruang tertutup seperti rumah atau gedung itu tidak benar.
Menurutnya, jika di luar ruangan udaranya jelek itu hampir dapat dipastikan di dalam juga sama. Hal tersebut merupakan salah persepsi yang sering terjadi di masyarakat.
Baca Juga: PSBB Tidak Membuat Kualitas Udara Membaik Secara Substansial
"Di mana bisa dikatakan salah pengertian adalah ‘oh kalau di luar jelek di dalam pasti aman’, tapi seringkali itu di dalam bisa lebih parah daripada di luar. Karena di dalam itu kita juga ada efek-efek, faktor-faktor lainnya yang menyebabkan indoor air pollution," ungkapnya.
NAFAS hingga kini telah memiliki ratusan sensor kualitas udara yang tersebar di Jabodetabek. Melalui aplikasi yang tersambung dengan sensor di lapangan, NAFAS dapat memberikan informasi mengenai kualitas udara secara real-time.
Sebagai informasi Komunitas Bicara Udara sendiri adalah saluran untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan usaha untuk membantu mengurangi polusi udara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian