- Pada Selasa, 10 Maret 2026, IHSG dibuka menguat signifikan 1,44 persen mencapai level 7.443, didorong sentimen positif bursa global.
- Penguatan IHSG dipicu pasar saham Amerika Serikat yang ditutup hijau akibat meredanya isu geopolitik dan turunnya harga minyak dunia.
- Sebanyak 475 saham mengalami kenaikan, sementara investor asing mencatatkan pembelian bersih pada saham BUMI, PTRO, dan MDKA.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. IHSG menguat 1,44 persen ke level 7.443.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih menguat 1,95 persen ke level 7.480.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,67 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,64 triliun, serta frekuensi sebanyak 140.300 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 475 saham bergerak naik, sedangkan 111 saham mengalami penurunan, dan 372 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ZONE, INTD, KOCI, RAAM, TRON, NETV, ESTI, CCSI, PADI, RUNS, HDFA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ALKA, OILS, BESS, PGJO, SKBM, RONY, RANC, ENAK, MRAT, PANR, LCKM.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Selasa. Sentimen positif dari bursa global menjadi penopang utama setelah pasar saham Amerika Serikat ditutup di zona hijau pada awal pekan.
Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, penguatan pasar saham AS terjadi setelah meredanya kekhawatiran geopolitik dan turunnya harga minyak dunia. Kondisi tersebut mendorong optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar keuangan global.
Baca Juga: Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia
Pada perdagangan Senin, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,50 persen ke level 47.741. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,83 persen ke posisi 6.796 dan Nasdaq melonjak 1,38 persen.
Penguatan indeks saham Wall Street terjadi setelah sebelumnya mengalami tekanan. Indeks S&P 500 berhasil bangkit dari pelemahan, sedangkan Dow Jones naik sekitar 200 poin setelah harga minyak turun menyusul sinyal dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut perang dengan Iran kemungkinan mendekati akhir.
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 1,03 persen ke level 4,096 persen. Sementara itu, indeks dolar AS menguat tipis 0,19 persen ke posisi 99,18.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent tercatat di level USD 99 per barel atau naik 6,8 persen. Harga batu bara ICE juga meningkat 4,7 persen ke USD 144 per metrik ton, sementara CPO Malaysia naik 4,6 persen menjadi MYR 4.567 per ton.
Adapun dari pasar domestik, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 3,3 persen ke level 7.337. Meski demikian, sentimen global yang membaik dinilai berpotensi mendorong rebound indeks pada perdagangan hari ini.
Di sisi lain, pergerakan investor asing masih menjadi perhatian. Data perdagangan menunjukkan aksi beli bersih asing pada saham BUMI, PTRO, dan MDKA. Sebaliknya, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih pada saham perbankan besar seperti BMRI, BBRI, dan BBCA.
Samuel Sekuritas menilai kombinasi sentimen positif dari pasar global dan pergerakan komoditas berpotensi menjadi katalis bagi penguatan IHSG pada perdagangan hari ini. Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah sentimen korporasi yang berpotensi memengaruhi pergerakan saham.
Beberapa emiten yang menjadi sorotan antara lain WIFI yang menggandeng Nokia Corporation untuk eksplorasi teknologi 6G, BBNI yang berencana membagikan dividen Rp13 triliun sekaligus melakukan buyback saham senilai Rp905 miliar, TOBA yang terus melakukan diversifikasi bisnis, serta ARKO yang mencatatkan kenaikan laba bersih 53 persen sepanjang 2025.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga