Suara.com - Cokelat adalah komoditas industri yang saat ini terus menunjukan perkembangan dan prospektif. Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan industri cokelat nasional untuk memenuhi kebutuhan ekspor, yang mana Indonesia merupakan negara besar berbasis agraris yang memiliki sektor perkebunan cokelat berkualitas.
"Saya melihat, dalam 3-5 tahun yang akan datang, industri cokelat kita akan makin meningkat. Apalagi cokelat sangat bagus untuk kesehatan dan trend gaya hidup. Mudah-mudahan teman petani semua bisa melihat peluang ini dan menjadikanya sebagai inspirasi untuk mendapatkan nilai tambahnya," ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, dalam acara Tik Talk spesial ngabuburit Ramdhan yang bertemakan Cokelatku, Cokelatmu, Cokelat Indonesia di House of Tani Gedung PIA Jakarta, Jumat (23/4/2021).
"Acara talk show ini memilih tema yang strategis, bukan hanya kopi dan rempah saja yang jadi andalan Indonesia, karena cokelat nasional kita juga sangat luar biasa," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, penyanyi senior, Ita Purnamasari, yang juga pengusaha IP Chocolate mengatakan bahwa saat ini, bisnis cokelat nasional terus mengalami perkembangan yang baik, terutama setelah meningkatnya tren olahan cokelat di dunia.
"Menurut saya, bisnis cokelat itu sangat menjanjikan. Hal ini terbukti karena cokelat saya banyak yang suka, baik dari temen-temen fans maupun masyarakat di berbagai negara," katanya.
Mengenai hal ini, Ita mendukung upaya petani dan pemerintah yang tengah berjuang mengembangkan industri cokelat di Indonesia, terutama dalam memenuhi kebutuhan ekspor.
"Terimakasih kepada petani dan pemerintah yang terus berusaha mengembangkan industri cokelat nasional," tutupnya.
Berita Terkait
-
Jadi Pengusaha Cokelat, Ita Purnamasari: Saat Ini Waktu Tepat bagi Milenial
-
PDB Tumbuh 2,19 Persen, FAO Sebut Pertanian Indonesia Luar Biasa
-
Manfaat Irigasi Perpompaan, Petani Pandeglang Bisa Tanam Dua Kali
-
Kementan Raih Penghargaan Kinerja Anggaran 2020
-
Hadapi Lebaran 2021, Produksi 11 Komoditas Pangan Dipastikan Aman
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027