- CIO Danantara Pandu Sjahrir menyatakan pelemahan IHSG pada 11 Mei 2026 lebih dipengaruhi faktor nilai tukar rupiah.
- Pasar modal Indonesia saat ini sedang mengantisipasi pengumuman indeks MSCI yang dijadwalkan terbit pada 12 Mei 2026.
- Pandu tetap optimis terhadap kinerja pasar modal domestik seiring penerapan berbagai kebijakan reformasi bursa yang berjalan positif.
Suara.com - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Pandu Sjahrir menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Senin (11/5/2026) lebih banyak dipengaruhi faktor nilai tukar rupiah dibandingkan sentimen rebalancing indeks MSCI terhadap pasar modal Indonesia.
Pandu menyampaikan hal tersebut merespons antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI pada 12 Mei 2026 besok mengenai indeks saham Indonesia dan pengaruh sentimen tersebut terhadap pergerakan IHSG.
“Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI (Morgan Stanley Capital International) saja, (pergerakan IHSG) hari ini, lebih banyak faktor rupiah dan lain-lain,” kata Pandu di Jakarta.
Pandu menyampaikan hal tersebut merespons antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI mengenai indeks saham Indonesia dan pengaruh sentimen tersebut terhadap pergerakan IHSG.
Meski demikian, ia optimistis terhadap perkembangan pasar modal Indonesia dan implementasi sejumlah kebijakan yang dilakukan otoritas bursa.
“Ya kita tunggu saja besok. Seharusnya semua (syarat dan catatan MSCI) sudah dimasukkan juga. Saya sudah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan,” ungkapnya.
Ia berharap hasil pengumuman MSCI dapat memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan domestik.
“Insyaallah besok (hasil pengumuman) baik,” ujar Pandu.
Menurut dia, pergerakan pasar saham domestik saat ini dipengaruhi berbagai faktor eksternal dan internal, termasuk dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Baca Juga: IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok
Pandu menilai implementasi sejumlah reformasi di pasar modal Indonesia juga terus menunjukkan perkembangan positif. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi MSCI yang dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat.
Sebelumnya, IHSG pada Senin pagi dibuka melemah di tengah perhatian pasar terhadap rebalancing MSCI serta sejumlah sentimen global dan domestik.
IHSG pada sesi pagi tercatat turun 49,20 poin atau 0,71 persen ke level 6.920,118, dengan saham sektor pertambangan masih dibayangi sentimen kebijakan royalti.
Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 63,78 poin atau 0,92 persen ke posisi 6.905,62.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada Senin juga tercatat melemah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menolak proposal perdamaian Amerika Serikat (AS) dalam konflik dengan Israel.
Rupiah pada penutupan perdagangan Senin melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.414 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.382 per dolar AS.
Berita Terkait
-
Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?
-
Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905
-
OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?
-
Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta
-
Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%