Bisnis / Keuangan
Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB
CIO Danantara Pandu Sjahrir menyatakan pelemahan IHSG pada 11 Mei 2026 lebih dipengaruhi faktor nilai tukar rupiah, sementara MSCI kurang signifikan. [Suara.com/Achmad Fauzi]
Baca 10 detik
  • CIO Danantara Pandu Sjahrir menyatakan pelemahan IHSG pada 11 Mei 2026 lebih dipengaruhi faktor nilai tukar rupiah.
  • Pasar modal Indonesia saat ini sedang mengantisipasi pengumuman indeks MSCI yang dijadwalkan terbit pada 12 Mei 2026.
  • Pandu tetap optimis terhadap kinerja pasar modal domestik seiring penerapan berbagai kebijakan reformasi bursa yang berjalan positif.

Suara.com - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Pandu Sjahrir menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Senin (11/5/2026) lebih banyak dipengaruhi faktor nilai tukar rupiah dibandingkan sentimen rebalancing indeks MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Pandu menyampaikan hal tersebut merespons antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI pada 12 Mei 2026 besok mengenai indeks saham Indonesia dan pengaruh sentimen tersebut terhadap pergerakan IHSG.

“Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI (Morgan Stanley Capital International) saja, (pergerakan IHSG) hari ini, lebih banyak faktor rupiah dan lain-lain,” kata Pandu di Jakarta.

Pandu menyampaikan hal tersebut merespons antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI mengenai indeks saham Indonesia dan pengaruh sentimen tersebut terhadap pergerakan IHSG.

Meski demikian, ia optimistis terhadap perkembangan pasar modal Indonesia dan implementasi sejumlah kebijakan yang dilakukan otoritas bursa.

“Ya kita tunggu saja besok. Seharusnya semua (syarat dan catatan MSCI) sudah dimasukkan juga. Saya sudah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan,” ungkapnya.

Ia berharap hasil pengumuman MSCI dapat memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan domestik.

“Insyaallah besok (hasil pengumuman) baik,” ujar Pandu.

Menurut dia, pergerakan pasar saham domestik saat ini dipengaruhi berbagai faktor eksternal dan internal, termasuk dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Baca Juga: IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

Pandu menilai implementasi sejumlah reformasi di pasar modal Indonesia juga terus menunjukkan perkembangan positif. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil evaluasi MSCI yang dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, IHSG pada Senin pagi dibuka melemah di tengah perhatian pasar terhadap rebalancing MSCI serta sejumlah sentimen global dan domestik.

IHSG pada sesi pagi tercatat turun 49,20 poin atau 0,71 persen ke level 6.920,118, dengan saham sektor pertambangan masih dibayangi sentimen kebijakan royalti.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 63,78 poin atau 0,92 persen ke posisi 6.905,62.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada Senin juga tercatat melemah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menolak proposal perdamaian Amerika Serikat (AS) dalam konflik dengan Israel.

Rupiah pada penutupan perdagangan Senin melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.414 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.382 per dolar AS.

Load More