Suara.com - PT Jababeka Morotai melakukan MoU dengan OISCA International College Foundation (OISCA International) untuk pembangunan pusat pelatihan dan fasilitas pendukungnya.
Dengan terjadinya penandatangan MoU ini, menunjukkan kuatnya komitmen Jababeka Morotai dalam membantu memajukan Pulau Morotai, khususnya dari sisi perekonomian.
Adapun penandatangan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Jababeka Morotai, Basuri Tjahaja Purnama dengan Kuroda Yunosuke selaku chairman dari Oisca International.
Pasca penandatangan MoU ini, pihak Jababeka Morotai akan menyediakan lokasi, lahan, mengurus segala perizinan untuk pembangunan pusat pelatihan dan fasilitas pendukung. Sementara OISCA International bertanggung jawab untuk membangun training center beserta fasilitas penunjang lainnya.
Yunosuke selaku chairman dari OISCA International, mengaku antusias terhadap proyek ini dan berharap bisa memulai proyek ini secepatnya. Ia bercerita bahwa dirinya sudah menyusun framework kerjasama ini agar kedua belah pihak memiliki satu persepsi.
Bahwasanya pengembangan proyek ini akan dilakukan dengan 3 fase, yaitu fase pertama itu terkait pengembangan monumen Perang Dunia II dan training centre, fase kedua yaitu pengembangan aneka jenis tanaman untuk pertanian, fase ketiga itu pengembangan biomassa.
"Tahap kedua kita akan bikin sekolah IOSCA, mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah kejuruan. Dan itu di sekolah itu akan dibuat club, karena di jepang itu guru wajib ada club, seperti judo, kendo, dan lain-lain. Jadi, murid nggak diam-bingung setelah belajar di sekolah. Untuk pembangunan pertanian, kami akan menyediakan sayuran itu 30 jenis, dan buah buah 15-an jenis. itu semua organik, dan akan juga diajarkan teknik hydroponik," terang Yunosuke ditulis Kamis (29/4/2021).
Dengan komprehensif-nya proyek tersebut dan dibukanya rute Bali-Morotai-Hongkong, Yonosuke pun berharap kerjasama ini bisa menjadi tempat bertemu para pebisnis untuk saling bertukar informasi.
Sehingga nanti bisa menciptakan bisnis baru ke depannya, seperti ekspor produk dari yang dibuat Pulau Morotai. Alhasil, kata Yunosuke, bisnis yang dikembangkan di Pulau Morotai bisa berjalan lebih lancar.
Baca Juga: Jababeka Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di NTT
"Tak lupa, dalam proyek ini kami akan membuat desa bernuansa jepang untuk bisa tourism dan juga orang Jepang bisa stay," tambahnya.
Mendengar hal itu, Basuri Tjahaja Purnama, berharap proyek tersebut bisa terealisasi dengan cepat dan berjalan lancar. Karena pada prinsipnya, Jababeka Morotai salah satu anak usaha dari Jababeka Group, siap memenuhi kebutuhan yang diminta oleh pihak OISCA International.
Lebih dalam, ia menerangkan bahwa jika lancar, proyek ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Pulau Morotai. Sebagaimana tujuan awal dari training centre dan fasilitas penunjang, yaitu sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia atau skill masyarakat lokal. Sehingga bisa nantinya membuat mesin pertanian, bercocok tanam, lalu produknya diekspor keluar negeri. Salah satunya ke Jepang.
Untuk proyek ini, kata Basuri, Jababeka Morotai menyediakan lahan total seluas 12 hektar, yaitu 2 hektar untuk pembangunan pusat pelatihan dan 10 hektar untuk fasilitas penunjang.
"Hal itu adalah bentuk komitmen kami ingin memajukan Morotai. Mohon doa dan support-nya agar proyek ini bisa berjalan lancar, karena kalau lancar maka bisa meningkatkan perekonomian Pulau Morotai,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026