Suara.com - Hobi identik dengan hal-hal atau kegiatan yang kita sukai untuk melakukannya. Walaupun ada saja orang yang mengatakan,”ngapain, sih masih aja kerjain hal itu, gak capek apa?” tetapi, orang-orang yang memang mencintai hobinya, tetap menjalaninya dengan senang hati.
Tidak lain dan tidak bukan, memang karena ada tujuan tertentu yang ingin didapat saat menjalankan hobi, yaitu kesenangan, ketenangan, perasaan happy dan excited. Apalagi jika Anda bisa mendapatkan pundi-pundi uang pada kegiatan ini, pasti hal ini menjadi pekerjaan paling menyenangkan dan tentunya akan sangat nyaman dalam menjalaninya.
Tapi jika Anda bicara soal hobi yang akan dijadikan sebuah bisnis, dibutuhkan lebih dari sekadar semangat untuk mendatangkan kesuksesan. Bisnis membutuhkan dedikasi, waktu, perencanaan dan resiko. Tentu ini lebih dari penguasaan dan kecintaan Anda terhadap hobi yang sedang Anda jalankan, banyak sekali tahapan-tahapan yang harus Anda lewati, bahkan bisa-bisa Anda tidak lagi sedang menjalankan hobi Anda. Hanya menjalankan bisnis saja.
Pertimbangan jika Hobi Diubah Menjadi Bisnis
Seperti halnya sepak bola, dari kecil anak laki-laki pasti banyak sekali yang hobi bermain sepak bola, hingga memasuki SMP dan SMA minat ia tetap sama, yaitu mengikuti ekstrakurikuler sepak bola. Namun, ketika hobi yang ia jalani ingin menghasilkan pundi-pundi uang, ia harus bekerja keras, terus berlatih terus kompetitif agar bisa terpilih di sebuah klub sepak bola.
Sama seperti halnya mengubah hobi menjadi bisnis, ada perubahan mendasar yang bisa membuat Anda (mungkin) tidak menyukai kegiatan ini lagi. Mulai dari tekanan pekerjaan, memenuhi finansial, ekspektasi pelanggan atau klien yang hasilnya dapat menghilangkan kesenangan dan kepuasan pribadi yang dahulu Anda dapatkan.
Oleh karena itu, cobalah berpikir panjang dan tanyakan pada diri sendiri,”jika hobi yang sudah saya ubah menjadi bisnis ini tidak berhasil, apakah saya akan terus melakukan hobi ini? Atau apakah jadinya jika saya tidak pernah mau melakukan hobi ini lagi?”
Jika Keputusan Berbisnis Sudah Matang, Ikuti Cara berikut
Semua orang pasti memiliki perasaan dan visi masing-masing dalam berbisnis. Jika Anda salah satu orang yang sudah memiliki keputusan yang matang untuk merubah hobi Anda untuk dijadikan bisnis, maka ada baiknya untuk melakukan tips berikut:
1. Tetapkan Tujuan
Jika Anda sudah memutuskan untuk mengubah hobi menjadi bisnis, coba tentukan beberapa hal berikut:
Apakah Anda berniat untuk berhenti dari pekerjaan utama Anda dan fokus terhadap bisnis baru yang akan Anda jalani?
Apakah Anda hanya mencari pekerjaan sampingan saja?
Apakah Anda hanya mencari tantangan baru atau bahkan hanya kebebasan untuk melakukannya sendiri?
Jika Anda sudah bisa menjawab pertanyaan di atas dengan alasan yang kuat dan jelas, sangat membantu Anda untuk tetap berada dalam jalur yang benar, serta menjadi pengingat mengapa Anda melakukan usaha pada hobi yang Anda jalankan.
Baca Juga: Kredivo Raih Lini Kredit Hingga 20 Juta Dolar AS dari Partner
2. Lakukan Riset
Memulai dengan sesuatu yang Anda sukai memang cukup berbahaya, karena Anda menyukai produk atau kegiatan itu, sehingga ada ego tersendiri untuk memberikan para pelanggan apa yang Anda sukai saja. Tentu hal ini belum menjawab apa yang diinginkan serta dibutuhkan oleh calon pelanggan Anda. Oleh karena itu, melakukan riset pasar untuk memastikan ide yang Anda miliki sangatlah penting.
Contohnya, analisis pesaing yang ada di luar sana, bagaimana ia menawarkan produk, seperti apa orang yang menggunakan produk tersebut dan lain sebagainya. Atau bisa juga dengan menyebarkan kuesioner tentang kecocokan produk Anda dengan target pasar yang Anda tuju, dengan begini Anda langsung mendapatkan suara dari calon pelanggan serta masukan agar produk Anda menjadi seperti yang diharapkan.
3. Uji Ide Anda
Sebelum memulai untuk menjual barang, tentu Anda butuh validasi atas ide Anda. Beberapa cara untuk melakukan ini atau mengecek ombak antara lain; merilis teaser, membagikan produk secara gratis dalam jumlah terbatas, membuka pre-order, dan bahkan menjalankan iklan digital. Ada banyak cara untuk menguji dan metode Anda sangat bergantung pada model bisnis Anda.
4. Mulai Berbisnis
Langkah berikutnya adalah Anda sudah bisa memulai bisnis. Meskipun masih banyak yang perlu dipertimbangkan seperti pemasaran, model bisnis, hingga mengatur keuangan pada bisnis. Alangkah baiknya untuk mendalami hal tersebut setelah Anda memutuskan untuk menjual barang apa, ke siapa dan uji apakah target mau dengan barang yang Anda suguhkan, apakah perlu dikembangkan lagi atau perlu ditambahkan lagi.
Di tahapan memulai bisnis, hal yang perlu Anda perlukan adalah modal. Di zaman digital seperti sekarang, modal bisnis sudah mudah Anda dapatkan dari pinjaman online cepat cair bayar bulanan berbunga rendah dari Kredivo. Dengan bunga rendah hanya 2,6 persen per bulan, cicilan mulai dari 1 bulan, 3 bulan hingga 6 bulan, layanan pinjaman tunai dari Kredivo bisa Anda manfaatkan untuk memulai bisnis kecil-kecilan dari hobi yang Anda jalankan.
Akhir kata, semua perencanaan tidak ada yang mulus dan sempurna ketika dijalankan, dan menjalani bisnis yang tercipta dari hobi bisa merusak sesuatu yang dulu Anda nikmati. Namun, selalu ingat bahwa ini adalah proses yang wajar dan akan selalu ada jalan untuk tumbuh dan bereksperimen yang akan mengembalikan kegembiraan Anda ketika melakukan kegiatan ini. Tetap semangat dan semoga sukses!
Berita Terkait
-
5 Jenis Tanaman Hias Paling Dicari di Indonesia Lengkap dengan Harganya
-
5 Ragam Jenis Ikan Cupang Terfavorit dan Harganya
-
Mulai Hobi Berkebun? 5 Tanaman Sayur Ini Punya Masa Panen yang Singkat
-
Persiapkan Ini Jika Ingin Mulai Pelihara Ikan
-
Mau Cari Uang Tambahan? Ini Tips Mendapatkan Uang dari Menulis
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T
-
Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?