Suara.com - Lonjakan kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 yang terus meningkat akhir-akhir ini membuat kondisi perekonomian bisa kembali ke jalur negatif.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun tak henti-hentinya mengingat kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang baik dan benar, demi kepentingan bersama.
"Kami masih berharap kalau ini bisa kita kendalikan bersama, masyarakat disiplin menerapkan 5M, tidak hanya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tapi terus mengingatkan satu sama lain," kata Sri Mulyani dalam acara CNBC Squawk Box, Senin (12/7/2021).
Lonjakan kasus Covid-19 ini pun direspon pemerintah dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Mobilitas Masyarakat (PPKM) Darurat demi menekan angka penularan Covid-19.
Program vaksinasi yang dijalankan pemerintah diharapkan Sri Mulyani bisa membantu memperlambat penyebaran virus yang awal mulanya berasal dari kota Wuhan, China tersebut.
"Vaksinasi berjalan, maka kita berharap Agustus-September kita bisa mengejar karena adanya penurunan pada Juli ini," ungkapnya.
Secara keseluruhan, pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi di rentang 3,7 persen hingga 4,5 persen sepanjang tahun ini.
Jika Covid-19 bisa dijaga pada level moderat dan aktifitas masyarakat kembali pulih, maka Indonesia bisa tumbuh 4,5 persen sepanjang tahun ini.
"Tapi kalau ini (peningkatan kasus) agak panjang, maka bisa turun pada angka 3,75 persen," pungkas dia.
Baca Juga: Sri Mulyani Masih Optimis Ekonomi Kuartal II di Atas 7 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham