Suara.com - Presiden China Xi Jinping tebar janji akan mendistribusikan kembali kekayaan dalam negeri dan menekan para kaum elit serta raksasa bisnisdi negara itu.
Kepada para pemimpin tinggi dari Partai Komunis China, Xi Jinping mengatakan, pemerintah akan membangun sistem untuk mendistribusikan kembali kekayaan demi kepentingan keadilan sosial.
Mengutip Xinhua via Warta Ekonomi --jaringan Suara.com, Xi menjelaskan perlunya mengontrol warga dengan pendapatan tinggi dan perusahaan raksasa untuk memberikan lebih banyak ke masyarakat.
Saat ini, jumlah orang kaya di China diklaim lebih banyak dibanding Amerika Serikat. Namun, kesenjangan antara kaya dan miskin di antara warga pedesaan dan perkotaan di China telah memburuk.
Masalah itu membuat Xi Jinping kesal. Meski demikian ia mengakui bahwa Partai mengizinkan beberapa orang, beberapa daerah menjadi kaya terlebih dahulu setelah reformasi ekonomi sejak tahun 1970-an.
Namun sejak 2012 ketika Xi menjabat, dia mengatakan pemerintah pusat telah membuat mewujudkan kemakmuran bersama semua orang dalam posisi yang lebih penting.
Xi Jinping akan berfokus pada redistribusi kekayaan terkait dengan tujuan ekonomi yang lebih luas dari pemerintahannya.
Dalam beberapa bulan terakhir, negara ini memulai tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap teknologi, keuangan, pendidikan, dan sektor lainnya atas nama membendung risiko keuangan, melindungi ekonomi, dan memberantas korupsi.
Pemerintah juga menyebutkan perlunya menjaga keamanan nasional dan melindungi kepentingan rakyat.
Baca Juga: Sinopsis Orang Kaya Baru: Keluarga Sederhana Mendadak Bergelimang Harta
Regulator secara luas menyalahkan sektor swasta karena menciptakan masalah sosial ekonomi yang berpotensi mengganggu stabilitas masyarakat dan memengaruhi cengkeraman kekuasaan Partai.
Tindakan keras terhadap perusahaan swasta telah mengguncang investor global sehingga memicu kekhawatiran tentang prospek inovasi dan pertumbuhan ekonomi China.
Berdasarkan data dari internal pada Senin lalu memperlihatkan pemulihan negara itu melambat. Selain itu, ada peningkatan pengangguran dari generasi muda dalams etahun belakangan.
Para ekonom telah mengaitkan perlambatan tersebut dengan berbagai faktor, termasuk penyebaran varian Delta, bencana alam, meningkatnya risiko utang, dan memudarnya sentimen investor akibat pembatasan regulasi.
Berita Terkait
-
Pemikiran Xi Jinping Masuk Kurikulum, Cara Tanamkan Cita-cita Komunis
-
Pemikiran Xi Jinping Masuk Kurikulum Nasional Cina, Bangkitkan Marxisme
-
Viral Pria Hambur-hamburkan Uang Sambil Nyetir di Mobil
-
5 Alasan Kenapa Impianmu Hingga Kini Belum Tercapai, Minim Daya Juang!
-
Viral Presiden Rusia Vladimir Putin Main Piano Bawakan Lagu Indonesia Raya, Ini Faktanya
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional