Suara.com - Investasi sektor properti dinilai menjanjikan, meskipun pandemi Covid-19 masih terjadi. Apalagi dengan adanya insentif yang diberikan pemerintah, bakal meningkat penjualan properti, khususnya rumah tapak.
Pertumbuhan sektor properti tahun 2021 tetap positif dengan dukungan dua faktor utama.
Pertama, perpanjangan masa berlaku insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah 100 persen hingga akhir Desember 2021 untuk rumah tapak dibawah Rp2 miliar
Kedua, relaksasi Loan To Value yang memungkinkan konsumen membeli rumah dengan cicilan KPR DP 0 persen untuk rumah pertama dan kedua hingga akhir tahun 2021.
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengungkapkan tiga alasan utama masyarakat membeli rumah yaitu harga yang terjangkau, program promosi yang menarik dari pengembang, dan cicilan yang fleksibel.
"Tujuan masyarakat membeli properti adalah untuk investasi jangka panjang," ujar Ali kepada wartawan, Senin (27/9/2021).
Market Behaviour Survey IPW mencatat sektor properti mulai pulih pada Semester II/2021 dan rumah tapak tetap menjadi favorit pilihan masyarakat.
Dari 300-an responden, sekitar 52 persen memilih produk rumah tapak dan 30 persen berminat membeli di rentang harga Rp500 juta-Rp1 miliar.
CEO Lippo Karawaci John Riady sependapat dengan alasan Ali Trihangda. Selama dua tahun terakhir masa pandemi ini penjualan delapan klaster landed house Cendana Series Lippo Village selalu terjual habis.
Baca Juga: Sejumlah Hotel di Palembang Muncul di Market Place Penjualan Properti, Ini Tanggapan PHRI
"Strategi kami adalah menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau untuk first time buyer market milenial sekaligus untuk investasi masa depan. Pada Triwulan IV/2021 kami akan meluncurkan produk terbaru paduan konsep komersial dan residensial di Lippo Village. Kami optimis akan menutup tahun 2021 dengan pencapaian target yang ditentukan oleh Board," kata John.
Pertumbuhan kinerja LPKR didukung oleh keberhasilan penjualan klaster Cendana Series Lippo Village serta penjualan tanah industri, proyek komersial dan klaster perumahan Waterfront Estates Lippo Cikarang.
Baru-baru ini LPKR merevisi target pra-penjualan tahun 2021 menjadi Rp4,2 triliun dari estimasi sebelumnya Rp3,5 triliun. Sampai Agustus 2021 LPKR telah berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun.
Dari penjualan klaster kedelapan Cendana Parc North pada 11 September 2021 yang berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp614 miliar, LPKR semakin mendekati angka target.
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona