- Telkom diprediksi akan membagikan dividen minimal Rp21 triliun untuk tahun buku 2025 kepada pemegang saham.
- Rasio pembayaran dividen tahun 2025 diperkirakan mencapai 91%, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya 89%.
- Telkom akan konservatif dalam akuntansi aset fiber optik sebagai persiapan kemitraan strategis 2026.
Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memberikan sinyal positif bagi para pemegang sahamnya terkait pembagian keuntungan tahun buku 2025.
Berdasarkan ulasan dari BRI Danareksa Sekuritas, raksasa telekomunikasi ini diprediksi akan menyalurkan dividen minimal sebesar Rp21 triliun, angka yang setara dengan total pembayaran pada tahun sebelumnya.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan, menjelaskan bahwa nilai tersebut mengindikasikan dividend payout ratio (DPR) yang lebih tinggi, yakni sekitar 91% dari proyeksi laba bersih inti tahun 2025.
Sebagai perbandingan, rasio pembayaran dividen pada tahun buku 2024 berada di angka 89%.
Sepanjang kuartal IV-2025 (4Q25), Telkom melalui lini bisnis selulernya mencatatkan performa cukup meyakinkan Lini seluler TLKM diproyeksikan tumbuh 6,8% secara kuartalan (qoq) pada akhir 2025, didorong oleh efisiensi yield dan penerapan strategi harga yang lebih disiplin.
Menghadapi kompetisi pasar broadband yang semakin intensif, Telkom berencana menerapkan pendekatan akuntansi yang lebih konservatif terhadap aset fiber optiknya.
Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi ulang nilai ekonomis aset guna memperkuat fondasi perusahaan sebelum masuknya mitra strategis pada semester II-2026.
Berita Terkait
-
Telin - IPification Luncurkan Telin Mobile Network Verification: Perkuat Keamanan Identitas Digital
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Kapan Dividen BMRI Cair? Ini Bocorannya
-
Telkom Solution Sabet Enam Penghargaan PRIA 2026, Perkuat Reputasi di Segmen B2B
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya