Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk TNI agar pembangunan rumah susun (Rusun) untuk prajurit TNI bisa dilaksanakan dengan baik. Salah satu lokasi pembangunan Rusun untuk anggota TNI dilaksanakan di Gorontalo yakni untuk anggota Korem 133 / Nani Wartabone Nani Wartabone Kodam XIII Merdeka di Provinsi Gorontalo.
"Kami bekerjasama dengan TNI untuk menyediakan hunian yang layak bagi para prajurit. Salah satunya dengan membangun rumah susun prajurit TNI yang bertugas di Korem 133 / Nani Wartabone Kodam XIII Merdeka di Provinsi Gorontalo," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo, Jumat, (1/10/2021).
Pada kesempatan itu, Dirjen Perumahan, Khalawi Abdul Hamid bersama Komandan Korem (Danrem) 133/ Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P. meninjau langsung proses pembangunan Rusun tersebut. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi I Recky P Lahope, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo, Alwi Mahdali dan Pejabat Pembuat Komitmen Rusun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo, Fahrudin.
Menurut Khalawi, pembangunan Rusun sangat bermanfaat bagi para prajurit TNI yang bertugas di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pemanfaatan lahan untuk Rusun juga bisa lebih optimal dan memiliki daya tampung yang cukup banyak ketimbang membangun rumah tapak.
"Kami targetkan pembangunan Rusun prajurit TNI di Gorontalo ini bisa selesai akhir tahun. Kami juga meminta pihak kontraktor pelaksana untuk menambah jumlah pekerja di lapangan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi I Recky P Lahope didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo, Alwi Mahdali dan Pejabat Pembuat Komitmen Rusun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo, Fahrudin menerangkan, Rusun Korem 133 / Nani Wartabone Kodam XIII Merdeka dibangun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Rusun tersebut dibangun satu tower terdiri dari tiga lantai. Jumlah huniannya sebanyak 44 unit dan luasan tiap unitnya adalah tipe 36.
Pembangunan Rusun dilaksanakan berdasarkan kontrak pembangunan tanggal 15 Februari 2021 dengan waktu pelaksanaan 290 hari kalender. Adapun Kontraktor Pelaksana pembangunan Rusun tersebut adalah PT. Karya Sepakat Kita dan Manajemen Konstruksi PT Bermuda Konsultan.
"Kami juga telah melengkapi setiap unit hunian Rusun prajurit ini dengan fasilitas meubelair seperti tempat tidur, lemari pakaian dan meja kursi makan. Konstruksi bangunan menggunakan dana APBN sebesar Rp21,5 Miliar," katanya.
Pihaknya ke depan juga akan memenuhi Persyaratan Bangunan Gedung Negara di Rusun tersebut yakni menyediakan kelengkapan fasilitas berupa hydran untuk pemadam kebakaran, fire alarm, green water tank, kemudian instalasi pengelolaan air limbah dan saluran drainase serta prasarana, sarana dan utilitas untuk landscapenya.
Baca Juga: PON XX Papua 2021, Siap Torehkan Prestasi di Fasilitas Olahraga Berstandar Internasional
"Setiap unit terdiri dari kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dapur serta ruang cuci. Jadi skalanya apartemen sehingga para prajurit bisa tinggal dengan nyaman dan lebih semangat melaksanakan tugas dengan baik," katanya.
Berita Terkait
-
Kronologi Pembunuhan Sertu Yorhan Lopo Saat Lerai Keributan di Depok
-
Anggota TNI Dibunuh Ditemukan di Lahan Kosong Cimanggis Depok
-
Anggota TNI di Depok Dibunuh, Polisi: Ada Dua Korban
-
Sebelum Tewas Dibunuh, Prajurit TNI di Cimanggis Terlibat Keributan dengan Pelaku
-
Selain Bunuh Anggota TNI Sertu Yorhan Lopo, Pelaku Juga Tusuk Satu Warga Depok
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Bank China Construction (MCOR) Bukukan Pertumbuhan Laba dan Aset
-
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
-
8 Calon Emiten Mau IPO dengan Aset Jumbo, Ini Bocorannya
-
Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835
-
Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI