Suara.com - Pantai Indah Kapuk telah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat luas sebagai area rekreasi alternatif untuk hiburan dan wisata. Selaras dengan suasana alam pantai di sekitar kawasannya, PIK terus mengembangkan ruang publik modern yang sadar akan lingkungan. Salah satunya adalah Central Market.
Dirancang menyesuaikan dengan gaya hidup baru pasca-pandemi, Central Market merupakan Eco-lifestyle hub yang 60% sumber energinya ramah lingkungan, mencakup tenaga panel surya, dilengkapi dengan sistem natural cross ventilation di seluruh area dan koridor.
Mulai dari supermarket hingga rooftop garden, Central Market menawarkan pengalaman baru dalam berbelanja pada bulan Mei 2022 mendatang, tepatnya berlokasi di Golf Island, PIK.
Central Market merupakan satu dari sejumlah gebrakan segar Amantara, bagian dari Agung Sedayu Group. Projek Bersama Salim Grup ini, bekerjasama dengan dua konsultan ternama yaitu PTI Architects dan Bitte Design Studio yang bertanggung jawab atas desain interior, Amantara membawa konsep desain ritel yang semakin relevan dengan gaya hidup masa kini.
Mengambil makna dari Central Market sendiri yang berarti “Everything for everyone at central location”, semua yang dibutuhkan masyarakat sekitar maupun luar kawasan PIK, dapat ditemukan di Central Market.
Menghadirkan Hypermart, Grand Lucky, tenant F&B, beragam fashion dan retail brands, family spot serta nature space, Central Market merupakan destinasi one stop shopping strategis yang dapat dinikmati semua orang di tengah waktu senggang.
Elemen ruang terbuka seperti alfresco restaurants dan rooftop garden activity yang disediakan oleh Central Market, mempertegas kesadaran akan pentingnya penerapan teknologi hijau yang memadai bagi kehidupan modern dalam jangka panjang.
Keindahan elemen ruang terbuka di Central Market juga dihiasi dengan vertical garden di berbagai sisi, juga green amphitheatre sebagai tempat bersantai para pengunjung. Berdasarkan konsep green-conscious dan eco-living yang dibangun, saat ini Central Market sedang menuju proses sertifikasi Green Building.
“Design Central Market merupakan refleksi kebutuhan dan gaya hidup di tengah peralihan masa pandemi menuju endemi, di mana semua orang membutuhkan ruang interaksi yang nyaman serta aman. Selain menyuguhkan ruang publik semi outdoor yang menyenangkan dan dinamis, Central Market akan menjadi icon eco lifestyle terbaru di Jakarta,” ujar Natalia Kusumo, CEO Hotels dan Malls Divisi 2 Agung Sedayu Group dalam keterangannya, Senin (4/10/2021).
Baca Juga: BP Batam Sebut Belanda Lirik Investasi Energi Terbarukan di Batam
Central Market memberikan kesan arsitektur hangat dan homey bagi pengunjung. Dengan 2 lantai bangunan yang dipoles dengan sentuhan earthy material finishing, unsur ini memberikan impresi publik untuk menjadi relevan dengan alam.
Selain itu, menjadi kunci untuk membawa para pengunjung merasakan kegembiraan yang paling sederhana melalui suasana lingkungan, teman, kolega, dan keluarga. Central Market ingin menjadi bagian dalam perjalanan dan kebahagiaan konsumen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan