Suara.com - Standar deviasi dalam buku Statistika Hospitalitas diartikan sebagai ukuran sebaran data dalam disiplin statistik yang juga dikenal sebagai simpangan baku. Standar deviasi juga bisa diartikan sebagai akar varian sebaran data.
Sementara itu, Investopedia menyebutkan, standar deviasi adalah nilai statistik yang digunakan untuk menentukan kedekatan sampel statistik dengan rata-rata sebuah data. Semakin tinggi nilai standar deviasi maka semakin lebar pula rentang variasi datanya.
Dengan demikian, standar deviasi bisa memberikan gambaran gap antara nilai sampel terhadap rata-ratanya. Rumus standar deviasi dipakai untuk menanalisis apakah sampel bisa mewakili populasi dalam penelitian. Standar deviasi juga bisa menggambarkan kualitas data sampel yang didapatkan.
Rumus standar deviasi biasa disebut dengan simpangan baku atau dengan simbol σ maupun S. Untuk menentukan standar deviasi diawali dengan menghitung nilai rata-rata dari semua titik data.
Nilai rata-rata dihitung dengan menjumlahkan semua nilai di dalam kumpulan data lalu dibagi dengan jumlah data tersebut.
Langkah kedua adalah menghitung penyimpangan pada setiap titik data dengan cara mengurangkan nilai dari nilai rata-rata. Devuasi dari setiap tutuk dikuadratkan untuk dicari penyimpangan kuadrat individu rata-rata.
Nilai yang dihasilkan dari proses tersebut disebut dengan varians. Sementara itu, standar deviasi adalah akar kuadrat dari varian tersebut. Standar deviasi menjadi cerminan dari rata-rata penyimpangan data mean. Apabila standar deviasi lebih besar dari mean, itu berarti nilai mean merepresentasikan yang lebih buruk daripada keseluruhan data.
Sebaliknya, jika standar deviasi lebih kecil dari mean, hal ini mengindikasikan bahwa data terlalu bersifat homogen. Data yang homogen bisa berarti penarikannya mengandung kesalahan karena tidak mewakili populasi yang diteliti.
Untuk menghitung standar deviasi harus diketahui dahulu keseluruhan nilai yang ingin dihitung. Dengan demikian, langkah pertama untuk menghitung nilai rata-ratanya bisa dilakukan. Sebagai contoh apabila sampel memiliki sepuluh nilai yang berbeda maka perlu dihitung dahulu rata-rata kesepuluh nilai tersebut.
Baca Juga: Denda Jual dan Konsumsi Ikan Belida, Akademisi: Picu Kriminalisasi Nelayan
Langkah berikutnya adalah mengkuadratkan seluruh data yang ada dan jumlahkan seluruh kuadrat tersebut. Standar deviasi adalah akar dari jumlah masing-masing data yang dikuadratkan dikurangi dengan kuadrat dari jumlah seluruh data pada perhitungan awal yang dibagi dengan banyaknya data.
Hasilnya dibagi lagi dengan jumlah data minus satu. Apabila jumlah data adalah 10 maka bilangan pembagi yang terakhir adalah sembilan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
-
Mengenal Sosok Al-Khawarizmi, Ilmuwan Muslim Sang Bapak Matematika Dunia
-
Ahli Meneliti, Dulu Paling Tinggi di Dunia, Kenapa Orang Belanda Kini Pendek
-
Anak-anak Benci Matematika? Pahami Dulu Yuk, Ini 5 Alasannya
-
Suami Ajarkan Anak Pelajaran Matematika Sejak dalam Kandungan, Publik: Lahir Langsung S3
-
Belajar Sejak Dini, Viral Pria Ini Ajari Anak Matematika saat Masih dalam Kandungan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa