Suara.com - Rumah susun (rusun) sebagai penghunian ke arah vertikal dianggap sebagai solusi dari tingginya permintaan akan perumahan di perkotaan, mengingat mahalnya harga tanah dan terbatasnya ketersedian lahan. Sistem struktur beton bertulang pracetak selama ini diharapkan dapat mengejar backlog perumahan karena dianggap dapat dikerjakan dengan cepat, namun terdapat kendala dalam mewujudkannya diantaranya karena tingginya investasi cetakan dan kesulitan pelaksanaan sambungan, sehingga diperlukan pengembangan teknologi konstruksi untuk menjawab permasalahan tersebut tanpa mengesampingkan persyaratan teknis.
Teknologi Rusun Modular memungkinkan dimensi komponen struktur kompatibel untuk berbagai pola denah bangunan sehingga meminimalisasi variasi cetakan. Sistem CL-Con merupakan sistem sambungan pracetak yang sederhana sehingga mudah dilaksanakan dengan menggunakan material yang umum di pasaran. Sistem pracetak ini memenuhi syarat Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang dapat diterapkan di berbagai wilayah dengan tingkat kegempaan tinggi di Indonesia.
Sistem CL-Con dikembangkan tahun 2016 oleh Tim Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman, melalui serangkaian pengujian laboratorium. Perancangan rusun modular dilakukan tahun 2017 untuk mendapatkan desain yang optimal dalam penerapan sistem pracetak namun tetap mengakomodasi desain prototipe dari Direktorat Rumah Susun. Selanjutnya tahun 2018 dilaksanakan aplikasi Teknologi Rusun Modular berupa asrama mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jatinangor oleh Direktorat Rumah Susun, Direktorat Jenderal Perumahan.
Rusun Modular ITB Jatinangor memiliki luas lantai dasar 500 meter persegi dengan tinggi 5 lantai, luas per unit 24 meter persegi (T24) dapat dihuni oleh 3–4 orang dengan konsep penempatan unit double loaded single corridor. Rusun ini memiliki fungsi publik dan hunian. Pada lantai dasar terdapat fasilitas ruang pengelola, ruang pertemuan, pantry, dan unit hunian untuk difabel, sedangkan lantai 2 sampai lantai 5 digunakan untuk hunian. Total unit hunian sebanyak 59 unit, diharapkan menampung 240 mahasiswa. Kamar mandi dan toilet pada rusun ini adalah komunal dan ditempatkan di sisi kiri dan kanan bangunan. Rusun ini dilengkapi 2 tangga di ujung kiri dan kanan pada setiap lantai bangunan. Komponen struktur utama beton bertulang pracetak yang diterapkan pada rusun modular ITB Jatinangor meliputi:
1. Kolom. Dimensi kolom 40 cm x 40 cm dengan 2 jenis tulangan utama yang digunakan. Tulangan utama 8D22 digunakan untuk lantai dasar hingga lantai 3. Sementara itu, lantai 4–5 menggunakan tulangan utama 8D19.
2. Balok. Dimensi balok 25 cm x 40 cm dengan tinggi balok yang dicor pracetak 28 cm. Tulangan utama daerah tumpuan dipasang 4D19 untuk tulangan atas dan 2D19 untuk tulangan bawah. Sementara di daerah lapangan dipasang sebaliknya.
3. Pelat lantai. Tebal pelat lantai 12 cm dengan tulangan D10-150 baik lapis atas maupun bawah.
Beberapa keunggulan Teknologi Rumah Susun Modular di antaranya: Kriteria perancangan dan detailing mengikuti peraturan struktur bangunan tahan gempa terkini, teknologi sambungan pracetak sederhana dan mudah dikerjakan, sehingga waktu pekerjaan lebih singkat dan biaya total bangunan dapat diredusir hingga 20%.
Muhammad Rusli, Perekayasa Ahli Muda
Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Kementerian PUPR
Baca Juga: Desain Pasif Pada Purwarupa Rusun Rendah Energi di Kota Tegal
Berita Terkait
-
Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Bendungan Margatiga di Lampung Timur Telan Rp 846,65 M
-
Pimpinan Ponpes Minta Dibuatkan Rusunawa, Jokowi: Lahannya Ada Ya, Saya Kirim Tim Segera
-
Viral Lampu Masjid Istiqlal Warna-warni Bagaikan Disko, Ini Penjelasannya
-
Demi Tingkatkan Prestasi Atlet, Kemenpora Luncurkan Desain Besar Olahraga Nasional
-
Bunuh Diri Live di TikTok, Pria di Rusun Bidara Cina Dikenal Baik
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran