Suara.com - Sebanyak 88 laporan dari para korban penipuan investasi ternak ikan lele kini sudah diterima Kepolisian Daerah (Polda) Jambi. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp4,3 miliar.
Disampaikan Kaposko Pengaduan Korban Investasi Lele di Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram, 88 korban itu secara resmi melaporkan hal ini pada Polda Jambi.
Para korban penipuan investasi ternak ikan lele yang ditawarkan oleh PT Darsa Haria Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama diprediksi akan terus bertambah.
Wahyu mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah menerima sebanyak 88 pengaduan dengan total kerugian mencapai Rp4,3 miliar.
Ratusan warga Jambi diperkirakan menjadi korban penipuan investasi ikan lele PT Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm Mitra Indotama dalam beberapa tahun ini.
Salah satu korban berinsial KJ yang mengaku diajak bermitra PT DHD di Jambi memprediksi ada 200 orang yang ikut investasi dengan kerugian mencapai hingga miliaran rupiah.
KJ menjelaskan dalam investasi ikan lele itu bentuknya kerja sama dengan pola bagi hasil. Di mana saat modal awal, mitra DHD dapat membeli atau menanam modal Rp10 juta per satu kolam, dengan perjanjian dalam satu kali panen, setiap satu kolam mendapat keuntungan Rp960 ribu.
KJ sendiri mengaku menanam modal untuk lima kolam dengan total kerugian Rp50 juta di mana dia belum ada satu tahun berinvestasi sehingga baru beberapa kali panen, tetapi sudah kejadian seperti ini.
Mengutip dari Antara, KJ menjelaskan masih banyak korban lain yang mengalami kerugian lebih besar yang mencapai ratusan juta rupiah dan ada korban yang berinvestasi untuk 20 kolam atau mencapai Rp200 juta.
Baca Juga: Putri Nia Daniaty, Olivia Nathania Dijadwalkan Kembali Diperiksa Polisi Hari Ini
Kecurigaan korban mulai muncul pada Juni 2021, di mana pada bulan itu hingga saat ini keuntungan kerja sama belum dibayarkan sama sekali oleh PT DHD.
Para korban investasi ikan lele berharap PT DHD segera mengembalikan uang modal yang sudah diserahkan dan menjalani hukuman.
Berita Terkait
-
Simpanan Tak Cair, 10 Ribu Nasabah di DIY Jadi Korban Penipuan Koperasi Simpan Pinjam SB
-
Lebih 100 Warga Gorontalo Jadi Korban Penipuan Perekrutan CASN
-
Menpan RB Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penipuan CPNS Fiktif Anak Nia Daniaty
-
Sudah Dilaporkan, Putri Nia Daniaty Disebut Masih Cari Mangsa
-
Waspada Penipuan Sewa Mobil Modus Acara WSBK, Mulai Avanza Sampai Swift Terkena
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam