Suara.com - Asosiasi Pilot Garuda (APG) menyayangkan adanya pernyataan oknum karyawan Garuda lndonesia di ruang publik melalui berbagai media yang mengatasnamakan seluruh karyawan Garuda lndonesia.
Padahal, menurut para Pilot Garuda, pernyataan tersebut belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Seharusnya saat ini seluruh elemen karyawan Garuda lndonesia saling bersatu dan mendukung untuk memastikan keberlangsungan dengan tetap fokus dalam upaya yang lebih besar yaitu penyelamatan Garuda lndonesia," ujar Plt Presiden APG Capt Donny Kusmanagri dalam keterangannya, Kamis (28/10/2021).
Dalam hal ini, Donny menyebut, para pilot telah memahami kesulitan kondisi industri penerbangan saat ini, khususnya Garuda lndonesia dan demi mendukung proses penyelamatan Garuda lndonesia.
Apalagi, tutur dia, pilot Garuda lndonesia sudah menjalankan pengurangan penghasilan sebesar 50% dengan teknis pelaksanaan yang sudah disepakati
"Dan masih berjalan hingga saat ini sebagai bentuk pengorbanan dalam upaya penyelamatan Garuda lndonesia," kata Donny.
Sebelumnya, ada pernyataan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan Garuda Indonesia Dwi Yulianta menuding Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra yang menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi.
Tudingan Sekarga ini, setelah mendapatkan informasi terkait adanya penerbitan kartu member Garuda Miles Platinum VIP terhadap keluarga direktur utama anak, menantu, dan cucu.
Maka dari itu, Dwi meminta Kementerian BUMN agar membuat tim investigasi atas perlakuan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tersebut. Tudingan ini pun dilayangkan Sekarga dalam sepucuk surat yang dikirimkan ke Menteri BUMN Erick Thohir.
Baca Juga: Indosat Dijual, Garuda Indonesia di Ujung Tanduk saat PDIP Berkuasa
"Mengingat pentingnya Good Corporate Governance (GCG) dan Core Value AKHLAK Kementerian BUMN dan terkait hal tersebut di atas sudah menjadi polemik serta banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari pihak karyawan yang disampaikan kepada kami sebagai pengurus Serikat Pekerja, maka kami memohon kiranya Bapak Menteri BUMN dapat membentuk tim investigasi," tulis Dwi dalam surat tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal