Suara.com - Mantan politisi dari Partai Hijau Inggris dan Wales yang juga menjabat Majelis London saat ini, rupanya tidak terlalu menyukai iklan kripto di transportasi umum.
Melalui akun Twitter miliknya, pria bernama Berry itu mengaku akan merekomendasikan Walikota London, Sadiq Khan agar melarang semua iklan kripto di jaringan transportasi kota, termasuk banyak layanan kereta api dan bus.
Hal ini ini makin keras disuarakan usai proyek token Floki Inu mengumumkan akan semakin gencar melakukan iklan di berbagai sistem transportasi umum London.
"Di mana iklan mengatakan ini benar-benar tidak diatur, Anda mungkin kehilangan semua uang Anda, mereka seharusnya berpikir dua kali,” kata Berry dalam sebuah wawancara dengan Guardian.
“Saya tidak berpikir iklan cryptocurrency harus ada di jaringan (transportasi)" lanjut dia.
London belakangan makin ramai dengan iklan kripto. Hal ini makin menguat usai proyek token HEX Richard Heart menargetkan iklan di berbagai surat kabar, transportasi umum, hingga acara olahraga.
Meski dunia saat ini tengah dilanda 'demam' kripto, Berry nampaknya makin khawatir dengan iklan besar-besaran proyek kripto hingga menyebabkan sejumlah besar warga London membeli token dan hanya sedikit investor yang mendapat untung dengan menjual kepemilikan mereka ketika harga naik.
Pada Mei lalu, Otoritas Standar Periklanan Inggris memblokir kampanye pasar kripto Luno dengan mengklaim pernyataan perusahaan dan menawarkan kemudahan berinvestasi dalam Bitcoin (BTC).
“Saya ingin membersihkan iklan dengan berbagai cara, termasuk menghapus iklan untuk mobil dan maskapai penerbangan,” kata Berry.
Baca Juga: Unggul Ranking, Inggris Pantang Remehkan San Marino demi Lolos Piala Dunia 2022
“Produk keuangan berisiko, seperti perjudian, adalah bagian dari kebijakan itu. Saya tidak ingin melarang cryptocurrency secara langsung dan tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya,” sambung dia.
Ia juga mengklaim, dirinya tidak membenci kripto Floki namun hanya menyayangkan tiga kampanye iklan kripto di London.
Meski demikian, ia juga menyoroti fans Floki yang membanjiri dia dengan pesan yang menyudutkan.
Dalam kasus Floki, iklan tampaknya berkontribusi pada kenaikan harga token. Menurut data dari CoinMarketCap, harga token melonjak lebih dari 500% antara 26 Oktober dan 4 November 2021, ketika mencapai titik tertinggi sepanjang masa 0,0003406 dolar.
Berita Terkait
-
15 Kata-kata Motivasi untuk Tahun Baru 2022 dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia
-
Digital Currency Group Kini Didukung Capital G Google, SoftBank, dan GIC
-
Berikut Daftar Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2022, Inggris Terbaru
-
4 Orang Terkaya Papan Atas Dunia yang Mengaku Investasi Besar Pada Bitcoin
-
Inggris Gulung San Marino 10-0, The Three Lions Lolos Piala Dunia 2022
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang
-
Pegadaian Perkuat Transformasi Layanan Lewat Kampanye Nasional Melayani Sepenuh Hati
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.900/kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Hari Ini
-
Stok Barang Impor Mampet, Pengusaha Ritel Cemas Momentum Lebaran 2026 Terganggu
-
90 Juta Orang Lalu Lalang, Airlangga Ungkap Bandara Dubai-Doha Sangat Berpengaruh
-
Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen
-
Pengusaha Mal Full Senyum Pada Momen Ramadan dan Lebaran Tahun Ini
-
Studi Oxford Economics Ungkap Dampak Bisnis McDonalds di Indonesia
-
BRIN Ungkap Produk Tembakau Alternatif Minim Risiko Toksikan, Apa Itu?