Suara.com - Mahatma Gandhi pernah berkata "It is health that is real wealth and not pieces of gold and silver", yang bermakna bahwa harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak.
Hal ini benar adanya karena dengan kesehatan kita dapat melakukan apa saja yang diinginkan, bila keadaan sebaliknya terjadi walau kekayaan berlimpah namun dalam keadaan tidak sehat tentunya tidak dapat menikmatinya.
Kesehatan menjadi hal yang semakin penting dirasakan sejak pandemi Covid-19 yang melanda tidak hanya Indonesia namun juga seluruh negara di Dunia.
Hal yang sama dilakukan oleh Desa Toapaya di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, dimana di desa ini telah sukses memanfaatkan dana desa untuk keperluan di bidang Kesehatan utamanya terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.
Nama Desa Toapaya yang telah ada sejak tahun 1942 tersebut memiliki makna “rawa-rawa yang membentang lebar disepanjang desa”. Desa Toapaya terbentang seluas 3.345 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 1.634 jiwa (478 kepala keluarga).
Sesuai dengan karakteristik wilayahnya, maka mayoritas penduduk Desa Toapaya berprofesi di sektor pertanian dan peternakan.
Desa Toapaya berada pada Kecamatan Toapaya yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Gunung Kijang pada tahun 2007. Wilayah kerja Kecamatan Toapaya terdiri dari 1 Kelurahan dan 3 Desa yaitu Kelurahan Toapaya Asri, Desa Toapaya, Desa Toapaya Utara dan Desa Toapaya Selatan.
Terkait Dana Desa, pada tahun 2021 Desa Toapaya mengelola Dana Desa sejumlah Rp2,1 milyar. Dana Desa tersebut pada tahun 2021 telah digunakan untuk bidang pembangunan, bidang penyelenggaraan pemerintah, bidang pemberdayaan masyarakat, bidang pembinaan masyarakat serta bidang kesehatan.
Terkait bidang Kesehatan, dalam kondisi pandemi covid-19 dilakukan penyesuaian dan perubahan kebijakan pengelolaan dana desa, yakni dengan pengelolaan dana desa yang ditentukan penggunaannya (earmarked).
Baca Juga: Pemkab Bekasi Sebut Empat Warga Jakarta Terpapar Omicron, Dinkes DKI: Hoaks
Dari alokasi pada bidang kesehatan tersebut direalisasikan untuk kegiatan Desa Siaga, Operasional Kader Pembangunan Manusia (KPM), kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan dan penanganan pandemi covid-19, kegiatan pengadaan alat pencegahan penularan covid-19, dan peningkatan fasilitas dan kegiatan rumah/ruang isolasi pasien covid-19.
Pada tahun 2020 di saat awal pandemi covid-19 melanda, Desa Toapaya telah menyiapkan ruang isolasi pasien covid-19 yang bersumber dari APBD. Kemudian pada tahun 2020 dan 2021 telah dialokasikan dari Dana Desa untuk melengkapi fasilitas ruang isolasi pasien covid-19 tersebut dengan menambahkan fasilitas tempat tidur, peralatan makan dan peralatan sanitasi yang lebih memadai.
Selain itu dengan menggunakan Dana Desa telah dilakukan sosialisasi, pembagian masker dan pembagian vitamin bagi warga untuk mencegah penularan covid-19.
Mulyono, Kepala Desa Toapaya menambahkan “Selain penambahan fasilitas pada ruang isolasi, di tahun 2021 Dana Desa dimanfaatkan untuk pembentukan dan kegiatan Desa Siaga yang menupakan unit di setiap wilayah yang selalu siaga memberikan bantuan yang diperlukan terkait kesehatan, khususnya terkait pandemi covid-19”.
Sebagai dukungan atas penanganan covid-19, telah dibentuk juga satgas covid-19 bekerja sama dengan Kepolisan dan Tentara Nasional Indonesia untuk menyiapkan peralatan pencegahan covid-19 seperti alat penyemprot disinfektan, APD, hand sanitizer serta masker.
Sebagai keberhasilan dari upaya penanganan dan pencegahan penularan covid-19 tersebut, Desa Toapaya menjadi Desa yang paling sedikit dalam hal kasus positif covid-19 pada wilayah Kecamatan Toapaya.
Keberhasilan penggunaan dana desa tersebut tak lepas dari peran serta seluruh jajaran pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi serta partisipasi aktif masyarakat.
Dengan penggunaan dana desa yang efektif dan efisien tentunya menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga Desa Toapaya, terlebih disaat pandemi covid-19 melanda Indonesia. Dengan pemberdayaan potensi desa, transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan akan membuat Desa Toapaya semakin maju, sehat dan sejahtera masyarakatnya.
Penulis: Achmad Fajar Setiawan – Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II C, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau - Kementerian Keuangan RI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit
-
Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI
-
Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804
-
BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas
-
Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir
-
BRI KKB Hadirkan Promo Pembiayaan Mobil Listrik, Bunga Mulai 3% Flat hingga 31 Agustus 2026
-
Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya
-
Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni