- Harga minyak mentah Brent dan WTI menguat pada Jumat (13/3/2026); Brent di $102,40, WTI di $97,67 per barel.
- Izin AS 30 hari pembelian minyak Rusia tidak meredakan kekhawatiran pasar mengenai gangguan pasokan fundamental.
- Fokus utama pasar adalah pemulihan navigasi aman di Selat Hormuz yang terancam ditutup Iran.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat (13/3/2026), melanjutkan tren positif selama sepekan terakhir.
Meskipun Amerika Serikat telah mengeluarkan izin 30 hari yang mengizinkan negara lain untuk membeli minyak Rusia yang tertahan di laut guna meredam kekhawatiran pasokan, pasar tampaknya belum terpuaskan.
Pada pukul 15.05 WIB, harga minyak mentah berjangka Brent berada di level US$ 102,40 per barel, yang menempatkan harga pada jalur kenaikan mingguan sebesar 10%.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April juga menguat 1,9% ke posisi US$ 97,67 per barel, dengan proyeksi kenaikan mingguan lebih dari 6%.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa pemberian izin pembelian minyak Rusia merupakan langkah untuk menstabilkan pasar energi global yang terguncang akibat konflik AS-Israel melawan Iran.
Namun, para analis menilai langkah ini tidak mampu menyentuh akar permasalahan pasokan yang sebenarnya.
"Pasar melihat ini hanya sebagai solusi jangka pendek yang tidak menjawab inti dari gangguan pasokan," ujar Emril Jamil, analis senior di LSEG, dilansir dari Reuters.
Ia menambahkan bahwa Brent saat ini mendapatkan dukungan lebih kuat dibandingkan WTI karena ketergantungan Eropa yang tinggi terhadap keamanan energi, sementara AS masih bisa mengandalkan produksi domestik mereka.
Krisis Selat Hormuz Menjadi Fokus Utama
Baca Juga: Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
Analis dari Haitong Futures, Yang An, menegaskan bahwa pemulihan navigasi di Selat Hormuz adalah kunci utama untuk menekan harga.
"Pemberian izin memang meredakan kekhawatiran sesaat, tetapi masalah fundamental tetap pada akses Selat Hormuz," ujarnya.
Upaya mitigasi pemerintah AS sebenarnya cukup ambisius. Sehari sebelumnya, Departemen Energi AS mengumumkan pelepasan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve).
Langkah ini dikoordinasikan dengan Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepas rekor total 400 juta barel minyak ke pasar global. Namun, harapan akan kelegaan ini pupus oleh eskalasi risiko di Timur Tengah.
Harga sempat melonjak lebih dari 9% pada Kamis, mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022, setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan akan tetap menutup Selat Hormuz sebagai alat negosiasi terhadap AS dan Israel.
Ketegangan semakin memuncak setelah dua kapal tanker bahan bakar di perairan Irak diserang oleh kapal bermuatan bahan peledak milik Iran.
Berita Terkait
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Heboh! Patung Trump dan Epstein Bergaya Romantis ala Titanic Muncul di Washington
-
Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran
-
Iran Peringatkan AS: Timur Tengah Bisa Gelap Jika Fasilitas Listrik Diserang
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
BGN Evaluasi Total! 1.512 Dapur MBG di Jawa Dihentikan Sementara
-
Satu Tahun Danantara Indonesia: Perkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia
-
Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman
-
Dukung Swasembada, Pupuk Indonesia Jaga Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi di Wilayah Indonesia Timur
-
PNM Bersama Jurnalis Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk Panti Penyandang Disabilitas
-
Dukung Asta Cita Pemerintah, PT Pegadaian Bersama Pelaku Industri Emas Inisiasi Pembentukan IBMA
-
Fokus Tekan Pemudik Motor, Kemenhub Ungkap Alasan Tak Ada Tiket Kereta Gratis
-
Tren Hunian Sehat Pascapandemi Meningkat Versi World Economic Forum
-
Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya
-
Citi Indonesia Berikan Kunci Rahasa Wanita yang Sukses Berkarier