- BGN hentikan sementara 1.512 unit layanan makan bergizi di Jawa demi evaluasi standar SOP.
- Jawa Timur jadi wilayah terbanyak dengan 788 unit layanan gizi yang operasionalnya disetop.
- Program MBG harus jadi sarana edukasi gizi untuk lawan tren makanan ultra-proses.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah drastis demi menjamin kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Pulau Jawa resmi dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu guna menjalani evaluasi dan penataan ulang standar layanan.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi kriteria ketat, mulai dari sanitasi, kesehatan, hingga tata kelola operasional.
"Berdasarkan evaluasi, ada 1.512 SPPG yang kami hentikan sementara. Tersebar di DKI Jakarta 50 unit, Banten 62 unit, Jawa Barat 350 unit, Jawa Tengah 54 unit, Jawa Timur 788 unit, dan DIY 208 unit," urai Dony dalam keterangannya.
Dony menambahkan, pihaknya tidak akan lepas tangan. BGN akan melakukan pendampingan dan verifikasi agar unit-unit tersebut bisa kembali beroperasi setelah memenuhi standar prosedur operasional (SOP) yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, tantangan program MBG bukan sekadar masalah teknis dapur. Peneliti komunikasi perubahan perilaku dari Yayasan Cipta, Risang Rimbatmaja, menilai adanya jurang antara "logika statistik" pengelola dan "logika ekspektasi" masyarakat.
"Bagi BGN, satu insiden mungkin hanya 0,00 sekian persen dari total porsi. Tapi bagi publik, satu kesalahan kecil sudah menjadi isu besar. Masyarakat tidak pakai logika proporsi, mereka pakai logika ekspektasi," jelas Risang.
Ia menekankan bahwa pengawasan tanpa kompromi adalah harga mati untuk menjaga kepercayaan publik yang kian tergerus. Apalagi, literasi gizi masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan besar.
Risang menyoroti data kesehatan yang memprihatinkan: 94 persen masyarakat Indonesia kurang konsumsi sayur dan buah. Kondisi ini diperparah dengan gempuran Ultra Processed Food (UPF) yang memicu lonjakan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan stroke di masa depan.
"Program MBG ini harus menjadi media edukasi masif, seperti yang sukses dilakukan Jepang. Bukan cuma soal kenyang, tapi soal keberagaman menu dan porsi yang tepat," pungkasnya.
Baca Juga: Viral Petugas MBG Beli iPhone 16 Usai Kerja 3 Bulan, Berapa Sih Gaji Karyawan MBG?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah
-
Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram
-
Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur
-
Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram
-
Buntut Debt Collector Bermasalah di Semarang, OJK Panggil Indosaku dan Ancam Sanksi Berat
-
Riset UI: Pengguna Pindar AdaKami Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang
-
Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini
-
Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi
-
Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional