Suara.com - Terdaftar dan memiliki jaminan kesehatan sejak jaman PT Askes (Persero) hingga saat ini bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan, Milla Joedi (56) sangat bersyukur belum pernah menggunakan kartunya untuk berobat. Aparatur Sipil Negara (ASN) ikhlas iuran yang dipotong setiap bulan untuk membantu sesama lantaran dirinya belum pernah sakit terlebih rawat inap.
"Syukur Allhamdulillah sampai sekarang saya masih diberikan kesehatan, sampai dengan usia yang tak muda ini belum pernah merasakan berobat dan rawat inap di rumah sakit. Jangan sampe itu terjadi, kalau sudah sakit pastilah kacau segalanya,” tutur Milla.
Kesehatan bukan faktor utama dalam kehidupan namun tanpa kesehatan kehidupan tak akan ada artinya. Hal itu yang selalu menjadi motivasi Milla agar tetap bugar dan sehat setiap waktu hingga memasuki usia lanjut saat ini. Menurut Milla menjadi peserta Program JKN–KIS bukan semata-mata menggugurkan kewajiban sebagai penduduk Indonesia, melainkan sebagai bentuk kesadarannya atas pentingnya Program JKN–KIS.
“Kebetulan saya memang telah terdaftar sejak menjadi PNS dan masih PT Askes saat itu. Orang tidak akan ada yang tahu kapan sakit akan datang. Dengan terus mendukung program JKN–KIS saya yakin banyak saudara kita yang tertolong dan mendapatkan balasan yang berlipat,” tambahnya.
Milla paham betul betapa berharganya kesehatan di masa sekarang ini dan gotong-royong yang merupakan prinsip penyelenggaraan Program JKN–KIS yang ia percayai. Dengan iuran yang dibayarkan rutin setiap bulan, Milla sadar hal tersebut membantu untuk masyarakat yang telah menggunakan manfaat dari program negara ini.
Lebih lanjut, dirinya menyadari adanya program JKN–KIS yang merupakan wujud hadirnya Negara Indonesia di tengah lapisan masyarakat. Masyarakat tak lagi mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan dari segi biaya.
“Dengan prinsip Gotong Royong, orang yang tidak mampu dapat dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan, menikmati fasilitas kesehatan baik di puskesmas, klinik, prakter dokter pribadi, bahkan di rumah sakit. Saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk dapat memiliki Kartu JKN –KIS. Jika telah terdaftar tak perlu lagi pusingkan biaya pengobatan. Semoga Program JKN–KIS semakin baik dan terus berinovasi agar dapat memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada pesetanya,” tutup Milla.
Berita Terkait
-
Kapten Penerbang Ini Bersyukur Memiliki JKN-KIS Saat Istri Melahirkan
-
Tanpa Harus ke Kantor, Begini Cara Daftar BPJS Kesehatan via Online
-
Hadapi Risiko Kerja, Irfan: Karena Ada JKN-KIS, Bekerja Jadi Tenang
-
Pekerja Sektor Swasta Ini Rasakan Manfaat Jadi Peserta JKN-KIS
-
Mobile JKN Mudahkan Akses Layanan Bagi Peserta
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Komitmen Penegakan Hukum, BRI Bantul Dukung Pengusutan Korupsi Eks Mantri
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya