Suara.com - Sebagai pekerja sektor swasta, I Wayan Dody (51) merasakan manfaat ketika menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Meskipun merasa agak berat ketika harus menanggung tujuh orang dalam pembayaran iuran JKN-KIS namun ia tetap berupaya rutin melakukan pembayaran iuran karena kondisi sakit bisa terjadi kapan saja.
Menurutnya, justru akan riskan jika tidak memiliki jaminan kesehatan.
“Saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2016. Waktu itu saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS kelas I, namun karena terkendala ekonomi saya meminta penurunan kelas manfaat perawatan menjadi kelas III. Ketika anak saya, Nyoman Andika mengalami Ketoasidosis Diabetik (KDA) dan masuk unit perawatan intensif selama sebelas hari, kami memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga perawatan di rumah sakit, semuanya di-cover oleh BPJS Kesehatan. Kami merasa sangat terbantu sekali," ungkap Wayan, Selasa (23/11/2021).
Pengalaman lain ketika memanfaatkan kartu JKN-KIS, ketika ia dan anggota keluarganya mengalami kondisi sakit atau luka. Tentu akan sangat memberatkan ketika tidak memiliki produk jaminan kesehatan seperti JKN-KIS.
“Saya pun merasakan manfaat menjadi peserta JKN-KIS karena menderita darah tinggi. Ibu angkat saya juga ketika sakit, dilayani dengan baik di Rumah Sakit Hati Kudus sesuai dengan kelas kepesertaan tanpa ada pembayaran tambahan apa-apa, mulai dari awal perawatan hingga keluar dari rumah sakit. Saya juga telah mengunduh aplikasi Mobile JKN, saya pun merasa sangat terbantu karena petugas BPJS Kesehatan di sini sangat responsif ketika saya melakukan konsultasi terkait obat," ujar Wayan.
Kemudahan pelayanan tersebut dirasakan mulai dari awal perawatan hingga keluar rumah sakit. Menjadi peserta JKN-KIS sangat membantu Wayan dan keluarganya dalam mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk itu program JKN-KIS ini perlu menjadi perhatian bagi masyarakat sebagai upaya untuk melakukan perlindungan diri.
“Secara keseluruhan, saya merasa sangat puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan kepada peserta. Dengan kartu JKN-KIS sangat bermanfaat bagi kami ketika ada anggota keluarga yang menderita sakit. Semoga BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dapat selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Wayan.
Berita Terkait
-
Mobile JKN Mudahkan Akses Layanan Bagi Peserta
-
Aturan Iuran Kelas BPJS Kesehatan Resmi Dihapus Tahun 2022, Ini Rinciannya
-
Waspadai Penyakit Katastropik, Pahami Penjaminan JKN-KIS
-
PANDAWA dan Mobile JKN Mudahkan Sigit Selesaikan Urusan JKN-KIS
-
BPJS Kesehatan Palangka Raya Terima Penghargaan Keterbukaan Informasi Badan Publik
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat