Suara.com - Harga emas dunua naik ke level resisten di harga USD1.800 pada perdagangan akhir pekan lalu. Emas membukukan kenaikan mingguan pertama dalam 5 pekan terakhir karena kekhawatiran atas lonjakan omicron dan inflasi di Amerika Serikat.
Mengutip CNBC, Senin (20/12/2021) emas di pasar spot naik 0,2 persen ke harga USD1,802.12 per ounce naik sejauh minggu ini menjadi 1,1 persen.
Sementara emas berjangka AS ditutup naik 0,4 persen dan menetap pada harga USD1,804,90.
Pasar ekuitas jatuh, seiring kebijakan hawkish oleh bank sentral global yang ingin menjinakkan kenaikan tekanan harga dan risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh meningkatnya kasus COVID-19.
"Pertumbuhan akan melambat ke kuartal berikutnya, dan ekuitas AS mengoreksi dari level tertingginya, sehingga tampaknya ada kepanikan dari ekuitas ke aset safe-haven seperti emas dan perak," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.
Hasil pertemuan Federal Reserve AS telah menjadi "awan besar ketidakpastian" atas logam mulia dan sekarang fokusnya adalah pada data tenaga kerja, kata Streible.
The Fed pada hari Rabu mengisyaratkan tiga kali kenaikan suku bunga pada akhir 2022, sebuah langkah yang biasanya akan membebani emas karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan.
Tetapi logam bergerak lebih tinggi karena prospek kenaikan suku bunga telah diperhitungkan sebelum pengumuman, kata para analis. Keuntungan emas datang meskipun arus masuk ke dolar, juga dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian geopolitik.
Tetapi prospeknya untuk tahun 2022 "tetap dikaburkan dengan sebagian besar perkiraan harga emas akan bearish didorong oleh ekspektasi imbal hasil riil yang lebih tinggi secara tajam," kata analis Saxo Bank Ole Hansen dalam sebuah catatan.
Baca Juga: Wanita Jajan Rp 500 Dapat Cincin Emas Asli dan Berita Lifestyle Viral Lainnya
Sementara itu harga logam mulian lainnya paladium naik 3,1 persen menjadi USD1.782,99. Perak stabil di harga USD22,47 sementara platinum naik 0,5 persen menjadi USD940,71.
Berita Terkait
-
Terpopuler: Jajan Rp 500 Dapat Cincin Emas Asli, 9 Istilah dalam Hubungan Asmara Kekinian
-
Wanita Jajan Rp 500 Dapat Cincin Emas Asli dan Berita Lifestyle Viral Lainnya
-
Viral Wanita Beli Jajan Rp 500 Dapat Cincin Emas, Dikira Palsu Ternyata Asli Ada Suratnya
-
Hari Ini Harga Emas Masih Terus Meroket
-
Meroket Rp 7.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 934.000 Jelang Akhir Pekan Ini
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi
-
Two Way Cake Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 5 Pilihan dan Review Pengguna
-
4 Cara Bikin Tampilan Chat WhatsApp Web Jadi Blur, Privasi Terjaga di Tempat Umum
-
Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Krisis Baru Guncang Sepak Bola Italia
-
'Jemput Bola' saat Reses, Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Sekadar Perspektif Jakarta
-
Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
-
Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026
-
MAKI Tagih Nyali KPK: Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan Terkait Kasus Korupsi CSR BI-OJK!
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi