- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perang AS-Iran mengancam rantai pasok semikonduktor global.
- Distribusi komponen semikonduktor sangat bergantung pada transportasi udara yang terganggu konflik Timur Tengah.
- Dampak penuh konflik terhadap ekonomi dan teknologi masih dini dipastikan karena situasi geopolitik masih dinamis.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran bisa ganggu rantai pasok semikonduktor, salah satunya Chip.
Ia menjelaskan, distribusi komponen semikonduktor di tingkat global banyak mengandalkan jalur transportasi udara sehingga konflik yang mengganggu lalu lintas penerbangan berisiko menimbulkan gangguan pada rantai pasok.
"Supply chain tentu menjadi tantangan lagi karena sebagian besar daripada semiconductor ini menggunakan airline, pesawat," ujar Airlangga dalam pidatonya pada acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia menuturkan, konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini berpotensi mengganggu jalur penerbangan internasional yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi komponen teknologi.
"Dan airline sekarang terdistruksi dengan adanya perang di Middle East (Timur Tengah)," ujarnya.
Meski demikian, Airlangga menilai masih terlalu dini untuk memastikan sejauh mana dampak konflik tersebut terhadap perekonomian global maupun rantai pasok industri teknologi.
Ia mengatakan perkembangan situasi geopolitik masih sangat dinamis sehingga perlu terus dipantau oleh pemerintah dan pelaku industri.
"Yang kita belum tahu apakah ini jangka pendek atau jangka panjang," ucapnya.
Airlangga mengingatkan dunia sebelumnya juga telah menghadapi gangguan besar terhadap rantai pasok global ketika konflik Rusia dan Ukraina pecah beberapa tahun lalu.
Baca Juga: RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
Saat itu, lonjakan harga energi dan komoditas menjadi salah satu dampak langsung yang dirasakan banyak negara.
"Kita sudah berpengalaman pada saat perang Ukraina-Rusia, oil sangat terpengaruh dan komoditas lain," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Sebut Nama Allah dan Rasul, Dody Hanggodo Bersumpah Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM
-
'Ampun Bos', Menteri PU Dody Hanggodo Tertawa Dengar Kabar Mau Dicopot
-
Polemik Perjalanan Menteri PU Memanas, KPK: Sudah Tak Sesuai Peruntukan!
-
Purbaya Sebut Kegiatan PFII Pakai Valuta Asing, Komunikasi Bahasa Inggris
-
4 Lipstik Buttonscarves Beauty Diskon sampai 80% di Shopee, Harga Mulai Rp60 Ribuan!
-
Pakai Masker dan Berjalan Cepat, Raja Juli Cuma Ucap 'Terima Kasih' Saat Ditanya Soal KPK
-
Persis Solo Datangkan Terens Puhiri untuk Pegadaian Championship 2026/2027
-
Satu Siswa SD Meninggal, Luthfi Pastikan Korban Kecelakaan KA Semarang dapat Perawatan Penuh
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Pemain Baru Persija Langsung Angkat Topi Merasakan Atmosfer Dilatih Shin Tae-yong