- Rupiah berbalik melemah pada penutupan Kamis, 5 Maret 2026, ditutup di Rp 16.905 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen investor yang cenderung beragam dan belum menunjukkan arah yang jelas.
- Sebagian besar mata uang Asia juga terpantau melemah, kecuali rupee India dan yuan China yang menguat.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik melemah pada penutupan Kamis, 5 Maret 2026. Hal ini membuat mata uang Garuda lemas padahal sebelumnya menguat saat pembukaan tadi.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot, dibuka ke level Rp 16.905 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,08 persen dibanding penutupan pada Rabu (4/3/2026) yang berada di level Rp 16.892 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.886 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan sentimen investor yang masih wait and see.
"Sentimen investor masih cenderung beragam dan tidak memiliki arah yang jelas," katanya saat dihubungi Suara.com.
Walau demikian, ketidakpastian masih akan membebani rupiah walau intervensi BI dilakukan. "BI hanya menjaga volatilitas dan sulit untuk menguatkan rupiah," jelasnya.
Sementara itu beberapa mata uang Asia juga melemah. Salah satunya, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,26 persen.Disusul, dolar Singapura dan won Korea yang sama-sama tertekan 0,16 persen.
Selanjutnya ada yen Jepang terkoreksi 0,13 persen dan peso Filipina yang ditutup terdepresiasi 0,07 persen.
Lalu dolar Hongkong yang turun 0,03 persen. Berikutnya, dolar Taiwan dan ringgit Malaysia yang sama-sama melemah 0,01 persen.
Baca Juga: Sempat Loyo, Rupiah Pagi Ini Balik Arah ke Rp 16.882 per Dolar AS
Sedangkan, ruppe India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,57 persen. Diikuti, yuan China yang terlihat menguat tipis 0,009 persen terhadap the greenback pada sore ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang