Bisnis / Keuangan
Kamis, 05 Maret 2026 | 16:20 WIB
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025) [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Rupiah berbalik melemah pada penutupan Kamis, 5 Maret 2026, ditutup di Rp 16.905 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen investor yang cenderung beragam dan belum menunjukkan arah yang jelas.
  • Sebagian besar mata uang Asia juga terpantau melemah, kecuali rupee India dan yuan China yang menguat.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik melemah pada penutupan Kamis, 5 Maret 2026. Hal ini membuat mata uang Garuda lemas padahal sebelumnya menguat saat pembukaan tadi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot, dibuka ke level Rp 16.905 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,08 persen dibanding penutupan pada Rabu (4/3/2026) yang berada di level Rp 16.892 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.886 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan sentimen investor yang masih wait and see.

"Sentimen investor masih cenderung beragam dan tidak memiliki arah yang jelas," katanya saat dihubungi Suara.com.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Walau demikian, ketidakpastian masih akan membebani rupiah walau intervensi BI dilakukan. "BI hanya menjaga volatilitas dan sulit untuk menguatkan rupiah," jelasnya.

Sementara itu beberapa mata uang Asia juga melemah. Salah satunya, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,26 persen.Disusul, dolar Singapura dan won Korea yang sama-sama tertekan 0,16 persen.

Selanjutnya ada yen Jepang terkoreksi 0,13 persen dan peso Filipina yang ditutup terdepresiasi 0,07 persen.

Lalu dolar Hongkong yang turun 0,03 persen. Berikutnya, dolar Taiwan dan ringgit Malaysia yang sama-sama melemah 0,01 persen.

Baca Juga: Sempat Loyo, Rupiah Pagi Ini Balik Arah ke Rp 16.882 per Dolar AS

Sedangkan, ruppe India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,57 persen. Diikuti, yuan China yang terlihat menguat tipis 0,009 persen terhadap the greenback pada sore ini.

Load More