Suara.com - Kekayaan para miliarder di seluruh dunia justru bertambah pada tahun 2021. Pada 2021, kekayaan miliarder pada tahun 2021 melonjak USD 5 triliun.
Dalam laporan Oxfam yang menggunakan data Forbes memperlihatkan bahwa total kekayaan miliarder melonjak dari USD 8,6 triliun pada Maret 2020 menjadi USD 13,8 triliun pada November 2021, peningkatan yang lebih besar daripada gabungan 14 tahun sebelumnya.
Laporan itu dirilis menjelang Agenda Davos online Forum Ekonomi Dunia, yang akan berlangsung minggu ini setelah pertemuan tatap muka tahunan kelompok itu ditunda karena Omicron.
Oxfam berpendapat bahwa pemerintah harus mengenakan pajak atas keuntungan yang diperoleh orang super kaya selama pandemi dan menggunakan uang itu untuk mendanai sistem perawatan kesehatan, membayar vaksin, melawan diskriminasi, dan mengatasi krisis iklim.
"Para miliarder telah mengalami pandemi yang hebat. Bank-bank sentral memompa triliunan dolar ke pasar keuangan untuk menyelamatkan ekonomi, namun banyak dari itu berakhir dengan melapisi kantong para miliarder yang menunggangi ledakan pasar saham," kata Gabriela Bucher, direktur eksekutif Oxfam, seperti dikutip dari CNN Business, Senin (17/1/2022).
Kekayaan gabungan itu terdiri dari 10 miliarder teratas - termasuk CEO Tesla (TSLA) Elon Musk dan pendiri Amazon (AMZN) Jeff Bezos di mana kekayaan berlipat ganda selama pandemi dan sekarang enam kali lebih besar daripada 3,1 miliar orang termiskin di dunia, menurut laporan itu.
"Ketimpangan pada kecepatan dan skala seperti itu terjadi karena pilihan, bukan kebetulan. Tidak hanya struktur ekonomi kita yang membuat kita semua kurang aman terhadap pandemi ini, mereka juga secara aktif memungkinkan mereka yang sudah sangat kaya dan berkuasa untuk mengeksploitasi krisis ini demi keuntungan mereka sendiri," kata Butcher.
Bank Dunia memperkirakan bahwa 97 juta orang di seluruh dunia jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem pada tahun 2020 dan sekarang hidup dengan kurang dari $2 per hari. Jumlah penduduk termiskin di dunia juga meningkat untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun.
Ketidaksetaraan vaksin telah menjadi masalah utama karena banyak negara terkaya di dunia menimbun suntikan, membeli dosis yang cukup untuk memvaksinasi populasi mereka beberapa kali lipat dan gagal memenuhi janji mereka untuk membaginya dengan negara berkembang.
Baca Juga: Siapa Ghozali Everyday? Ini 5 Fakta Menarik Pemuda Semarang yang Jadi Miliarder Karena Foto Selfie
David Beasley, direktur Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, meminta para miliarder termasuk Bezos dan Musk untuk melangkah sekarang, dengan basis satu kali untuk membantu mengatasi kelaparan dunia pada November.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
IPA Convex 2026: PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi
-
Rosan Masih Rahasiakan Struktur Pengurus Danantara Sumberdaya Indonesia
-
BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026
-
Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank
-
Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100
-
Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun
-
Aset Kripto Berbasis Emas Kini Bisa Ditebus Jadi Koin Fisik
-
PNM Dukung Integrasi Ekosistem UMKM Melalui SAPA UMKM
-
Kemendag Keluarkan Regulasi Baru terkait Perdagangan Karet Alam
-
Airlangga Ungkap Isi Aturan DHE SDA, Devisa Ekspor Wajib Disimpan di Bank Negara