Suara.com - Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia diterpa kabar miring, mulai dari potensi bangkrut hingga pemutusan hubungan kerja alias PHK besar-besaran.
Namun, kini karyawan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) bisa bernapas lega karena kabar tersebut dibantah oleh pihak manajemen.
Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine, menegaskan bahwa tidak benar bahwa AirAsia mengalami kondisi operasional yang hampir bangkrut sebagaimana yang ramai diberitakan belakangan ini. Menurutnya, AirAsia saat ini dalam kondisi stabil.
"AirAsia Indonesia senantiasa berupaya menghadirkan pelayanan terbaik bagi para pelanggan dan terus berkoordinasi dengan semua pihak baik regulator maupun mitra di industri penerbangan serta memastikan bahwa operasional kami dalam kondisi stabil dengan perkembangan yang positif," tegasnya dalam keterangan resmi, Jumat, 4 Februari 2022.
Pihaknya juga memastikan bahwa operasional penerbangan AirAsia Indonesia berlangsung normal dengan tetap mengutamakan keamanan penerbangan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.
Bahkan, AirAsia Indonesia menambah frekuensi penerbangan mulai Februari 2022 untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
"Kami terus berkomitmen untuk menumbuhkan bisnis kami bersama seluruh stakeholder. Di AirAsia, kami selalu mengutamakan karyawan kami dan terus berupaya memperluas kesempatan kerja bagi para karyawan sejalan dengan rencana besar kami untuk pertumbuhan yang kuat ke depannya," tutupnya.
Berita ini sebelumnya dimuat Wartaekonomi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Dibilang Mau Bangkrut & PHK Besar-Besaran, Karyawan AirAsia Bisa Bernapas Lega: Kondisi Kami...."
Baca Juga: Isu PHK Massal Karyawan AirAsia, Dirut Pastikan Keuangan Perusahaan dalam Keadaan Baik
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek