Suara.com - Indra Kesuma alias Indra Kenz jadi salah satu influencer sekaligus affiliator yang rencananya akan diipanggil Satgas Waspada Investasi (SWI) karena diduga memfasilitasi produk binary option ilegal.
Masih berkaitan dengan kasus ini, Indra sendiri sudah mengaku salah karena sempat menyebut Binomo legal hingga meminta maaf melalui akun instagram pribadinya.
"Tujuan awal saya membuat konten-konten tersebut hanya untuk berbagi pengalaman saya secara pribadi. Namun saat ini saya menyadari ada banyak orang yang merasa dirugikan akibat konten-konten tersebut," ujarnya.
"Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf kepada para pihak yang merasa dirugikan karena konten-konten binary option yang pernah saya upload," sambung dia.
Dalam unggahannya itu, sejumlah artis Indonesia menyemangati Indra sekaligus memintanya untuk interopeksi. Salah satu yang turut berkomentar adalah Anji eks Drive atau Anji Manji.
Pemusik sekaligus Youtuber itu menyemangati Indra Kenz dan memintanya untuk belajar lagi.
"Saatnya belajar (lagi) dari hidup Bro Kenz. Mangat," kata Anji di kolom komentar.
Namun, ternyata kata penyemangat untuk Indra Kenz itu justru panen kritik dari warganet karena Anji dianggap mendukung aksi Indra yang merugikan banyak orang.
"Jangan mendukung orang yang merugikan orang lain bang," tulis Sulthan.
Baca Juga: 5 Kontroversi Indra Kenz: Sebut Miskin Itu Privilege hingga Akui Binomo Ilegal
"Sebegitunya pak? Oknum yg udah ngerugiin banyak orang bahkan ( katanya) ada yg harus kehilangan nyawa kyk gini dikasi semangat? Untuk korban2 nya ada di semangatin jg gak?" tulis akun Richard.
"Lebih baik nyemangatin korban2nya mas drpd nyemangatin dia, kasian loh korbannya," sebut warganet lain.
"Tanggung jawab dulu ratusan milliar yg dimakan," tulis netizen lain.
Ada pula warganet yang menyebut Anji tidak salah berkomentar karena hanya menyemangati. Selain itu, sejumlah warganet juga menyebut Indra Kenz tak sepenuhnya salah.
"Makanya ikutin kasusnya dari awal. Yg mengklik dan open posisi adl si korban, trs salah afliator dimana? Nih ya, setiap org yg dgn sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yg mengakibatkan kerugian konsumen dlm transaksi elektronik maka bs dijerat pasal 28 ayat 1. Yg jd permasalahan nya disini adl konten edukasinya yg menyesatkan. Judi kok dibungkus trading? Sehat?" tanggapan netizen lain.
Indra Kenz Cerita Perjalanan Karir
Dalam unggahannya itu, Indra juga menceritakan bagaimana awalnya mengenal binary option pada 2019 sebelum mulai membuat konten pada 2019.
"Konten pertama saya tentang binary option di-upload pada 2019 saat subscriber saya masih berjumlah 3.000 subscriber. Singkat cerita channel tersebut akhirnya berkembang sampai sekarang hingga mencapai 1 juta subscriber dengan konten edukasi, crypto, saham, serta binary option juga," ujarnya.
"Informasi tersebut adalah salah dan keliru. Pada awal 2020 saya pun sudah mengklarifikasi dan membuat pernyataan baru yang menyatakan platform binary option tersebut ilegal," sambung dia.
Permintaan maaf itu lantas mendapatkan beragam respon dari warganet. Tidak sedikit yang menyindirnya memutuskan berhenti karena sudah untung namun ada pula yang mendukungnya.
"Gwe kangen dengan kesombongan lu bang," kata Apri.
"Yg penting udah kaya. Mau berhenti udah aman. Karena udah banyak usaha," sebut warganet lain.
Diwartakan sebelumnya, Indra merupakan salah satu dari lima orang afiliator dan influencer yang dmintai keterangan.
Selain Indra Kesuma, keempat orang lainnya adalah Doni Muhammad Taufik, Vincent Raditya, Erwin Laisuman dan Kenneth William.
Berita Terkait
-
Kasus Binomo dengan Terlapor Indra Kenz Naik ke Penyidikan
-
Bareskrim Naikkan Status Kasus Binomo, Indra Kenz Tak Hadiri Panggilan Polisi
-
Crazy Rich Medan Indra Kenz Minta Maaf dan Akui Binomo Ilegal
-
Indra Kenz Akui Salah dan Minta Maaf, Netizen: Duitnya Udah Diputer, Lupa Sama Korban
-
5 Kontroversi Indra Kenz: Sebut Miskin Itu Privilege hingga Akui Binomo Ilegal
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Cetak Laba Rp68,11 Miliar, Emiten CASH Fokus di Sistem Pembayaran Digital
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing