Suara.com - Kabar duka datang dari dunia pebisnis Indonesia. Arifin Panigoro, pengusaha di bidang migas meninggal dunia Senin (28/2/2022) pukul 03.29 WIB di Amerika Serikat. Kekayaan Arifin Panigoro sebesar Rp 7,86 triliun pun turut ditinggalkan.
Arifin Panigoro diketahui wafat Senin pagi atau Minggu dini hari waktu Amerika Serikat. Sebelumnya konglomerat berusia 76 tahun ini sempat dirawat di daerah Rochester, Minneapolis, Amerika Serikat. Saat ini belum ada informasi resmi mengenai pemakaman Arifin. Namun, jenazahnya akan disemayamkan di Griya Jenggala, Jalan Jenggala 1 Jakarta.
Sumber kekayaan Arifin Panigoro paling besar berasal dari kepemiliknnya atas perusahaan minyak dan gas PT Medco Energi Internasional Tbk. Dikutip dari laman resmi peusahaan tersebut, Medco Energi memulai lini usaha pada 1992 di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas.
Perusahaan partikelir ini pada awalnya mengakuisisi kontrak eksplorasi dan produksi Tesoro di Kalimantan Timur. Kemudian perusahaan juga mengambil alih semua saham PT Stanvac Indonesia dan Exxon dan Mobil Oil pada 1995.
Aktivitas eksplorasi ini menjadikan minyak bumi sebagai komoditas ekspor di Indonesia. Bahkan perusahaan sempat beberapa kali bekerja sama dengan pemerintah untuk kegiatan eksplorasi minyak bumi.
Kekayaan Arifin Panigoro dari lini perusahaan semakin bertambah bersamaan dengan ekspansi bisnis. Majalah bisnis Forbes pernah menempatkan Arifin Panigoro sebagai orang terkaya urutan ke-47 di Indonesia. Dia juga dijuluki sebagai raja minyak tanah air.
Pada tahun 2004, Medco Energi memperluas aktivitas hulu di bidang minyak dan gas dengan mengakuisisi keseluruhan saham Novus Petroleum Ltd., sebuah perusahaan migas Australia yang tercatat sebagai perusahaan publik dan beroperasi di Australia, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pada tahun yang sama, Medco Energi mulai mengoperasikan kilang LPG, yang mengolah gas ikutan dari produksi minyak di Lapangan Kaji Semoga, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan menjadi kondensat, lean gas, dan LPG.
Secara bersamaan, Medco Energi mulai memasuki bisnis pembangkit listrik tenaga gas. Kini, wilayah operasi perusahaan telah diperluas dari Indonesia ke Oman, Yaman, Libya, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Arifin Panigoro Meninggal Dunia, Si Raja Minyak Indonesia Penggagas Liga Primer Indonesia
Itulah sekilas mengenai kekayaan Arifin Panigoro.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Harga Minyak Tergelincir di Bawah 100 Dolar AS Per Barel di Tengah Invasi Rusia
-
Mengenang Arifin Panigoro: Ketika Liga Premier Indonesia Mengguncang Sepak Bola Tanah Air
-
Arifin Panigoro Penggagas LPI Meninggal Dunia
-
Profil Arifin Panigoro, Raja Minyak dan Wantimpres Jokowi yang Meninggal Dunia di Amerika Serikat
-
Arifin Panigoro Meninggal Dunia di Amerika Serikat, Medco Group Berduka
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara