Suara.com - Manajemen Gelora Bung Karno (GBK) membantah jika pihaknya tidak fair dalam proses lelang pengelolaan lahan parkir di Senayan yang sedang berlangsung saat ini.
Menurutnya pencarian mitra parkir sudah dilakukan sesuai prosedur dan aturan.
“Spek (spesifikasi peserta dan syarat tender)-nya yang sudah disepakati sejak awal, sesuai spek minimum GBK seperti itu,” ucap Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha GBK, Rofik Awnar dilansir WartaEkonomi, Minggu (6/3/2022).
Siapapun, menurutnya, boleh ikut pengelolaan parkir GBK sejauh memenuhi persyaratan.
“Monggo yang mau ikut, yang merasa berkompeten dengan spesifikasinya silahkan untuk ikut serta lelang, lelang untuk kebaikan kita bersama,” ujarnya.
Dia memastikan tidak ada upaya mendukung satu peserta lelang kemudian menjegal peserta lelang lainnya.
“Tidak ada,” tegasnya.
Informasi soal dugaan ‘main kayu’ dalam proses lelang lahan parkir ini diungkap oleh beberapa sumber yang mengetahui proses nya.
Menurut seorang sumber ada sejumlah hal yang menjadi pertanyaan.
Baca Juga: Berolahraga Sore saat Pandemi di Kompleks Gelora Bung Karno
“Kita harapkan pihak GBK terbuka saja. Berapa sih omzet yang mereka dapatkan dari mitra parkir sebelum-sebelumnya ? Lalu mengapa ada mitra parkir bermasalah kok bisa diberi kesempatan lagi tahun ini dan mengapa juga spek yang dibutuhkan mirip dengan yang sudah eksis saat ini?” kata sumber yang meminta tak disebut namanya.
Ia melanjutkan peserta tender juga tidak diberikan waktu yang cukup untuk melakukan analisa terkait proyeksi besaran transaksi di lokasi tersebut.
Sumber lain menyebutkan nama mitra parkir yang disebutnya bermasalah itu. Menurutnya mitra tersebut sebenarnya selama beroperasional diduga tak punya izin parkir dan belum membayar pajak parkir daerah yang tentu merugikan Pemprov DKI.
“Tapi kok ya mereka itu diberi kesempatan lagi. Ini seolah sudah dikunci siapa yang akan menang?,” lanjutnya dan juga meminta dirahasiakan namanya.
Menurut informasi yang ia dapatkan bisnis pengelolaan parkir di lokasi yang berada di jantung Ibukota itu memang menggiurkan.
“Bayangkan berapa besar pajak yang diterima DKI jika mitra parkir taat membayar pajak. Juga jika yang terpilih adalah mitra yang lebih profesional maka pengunjung Senayan bisa lebih mendapat manfaat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun
-
Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!
-
Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel
-
Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43