Bisnis / Makro
Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:48 WIB
Pesawat Garuda Indonesia dengan Livery Khusus Pikachu dan Aksen Batik/(Dok GIAA).
Baca 10 detik
  • Skytrax turunkan peringkat Garuda Indonesia dari maskapai bintang 5 menjadi bintang 4.
  • Menhub Dudy Purwagandhi imbau jangan panik dan fokus perbaiki kualitas layanan.
  • Fasilitas usang jadi sorotan utama Skytrax di tengah proses restrukturisasi Garuda.

Suara.com - Maskapai kebanggaan tanah air, Garuda Indonesia, harus rela menanggalkan status menterengnya sebagai maskapai bintang 5 versi Skytrax. Menanggapi penurunan peringkat tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta semua pihak tetap tenang namun tetap fokus pada pembenahan.

Menhub Dudy menilai, fluktuasi dalam penilaian lembaga internasional adalah hal yang lumrah. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh agar predikat bintang 5 yang sempat disandang dalam waktu lama bisa direbut kembali.

"Kita melihat lagi kira-kira mana yang perlu kita perbaiki, sehingga yang tadinya sempat peringkat 5 dalam waktu yang panjang bisa kita raih kembali. Ya perbaikan tentunya perlu," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menhub juga mengingatkan agar penurunan ini tidak disikapi dengan kepanikan yang berlebihan, terutama jika melihat tantangan industri penerbangan saat ini.

"Jadi tidak disikapi secara apa ya, kalau anak muda, ya enggak usah panik lah," seloroh Dudy.

Pihak Skytrax dalam laporan resminya menyebutkan bahwa penurunan status Garuda Indonesia ke bintang 4 didasarkan pada penilaian kenyamanan kursi, fasilitas, makanan, hingga hiburan (IFE). Masalah utama yang disorot adalah usangnya produk di dalam pesawat serta fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar.

Meski layanan staf dinilai tetap prima, Skytrax menggarisbawahi adanya penurunan standar produk yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa hasil dari Skytrax merupakan bagian dari refleksi fase transformasi perusahaan. Sejak beberapa tahun terakhir, maskapai berkode saham GIAA ini memang tengah fokus pada penyehatan fundamental keuangan.

"Pada tahun 2026 kami akan perkuat melalui berbagai inisiatif penguatan landasan aspek layanan," tulis manajemen Garuda dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Bintang Netflix Will Goldfarb Sulap Jamu Jadi Dessert Mewah Ala Eropa

Pihak maskapai memastikan bahwa langkah improvement terus dilakukan secara bertahap demi membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Load More