- Garuda Indonesia fokus akselerasi transformasi fundamental dan operasional pada tahun 2026.
- Perusahaan merespons rating Bintang 4 Skytrax sebagai momentum perbaikan layanan berkelanjutan.
- Strategi "5 Senses" diperkuat untuk tingkatkan kenyamanan penumpang dan kinerja keuangan GIAA.
Suara.com - Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi transformasi di seluruh lini operasional dan layanan pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons strategis perusahaan setelah menerima pembaruan klasifikasi rating bintang 4 dari lembaga pemeringkatan maskapai internasional, Skytrax.
Manajemen Garuda Indonesia memandang hasil pemeringkatan tersebut sebagai refleksi sekaligus momentum untuk memperkuat fondasi perusahaan. Fokus utama di tahun 2026 adalah menyelaraskan perbaikan tata kelola layanan secara berkelanjutan dengan penguatan kinerja keuangan yang menjadi prioritas transformasi.
"Tahun 2026 akan menjadi momentum percepatan transformasi landasan fundamen lini usaha dan operasional. Hal ini seiring dengan langkah perbaikan tata kelola layanan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan penumpang," tulis manajemen Garuda dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia memang tengah berjibaku pada aspek penyehatan fundamental kinerja, khususnya pada pos keuangan dan keberlanjutan usaha. Proses konsolidasi ini dilakukan secara bertahap untuk membangun fondasi bisnis yang lebih sehat, adaptif, dan kompetitif di kancah global.
Kini, memasuki fase baru, perusahaan mulai menyusun roadmap peningkatan layanan menyeluruh yang mencakup penyegaran di berbagai touch points perjalanan penumpang. Mulai dari peningkatan kualitas layanan kabin, ground service di bandara, hingga lounge revamp.
Tidak hanya sekadar aspek teknis, emiten berkode saham GIAA ini juga akan mengoptimalkan layanan digital dan inflight service. Seluruh pengembangan tersebut tetap mengusung pendekatan unik khas Garuda Indonesia, yakni 5 senses experience yang meliputi aspek sight, sound, scent, taste, dan touch.
"Kami menyadari transformasi layanan ini memerlukan waktu serta implementasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Namun, kami optimis setiap fase akan menghadirkan progres nyata bagi peningkatan kualitas layanan perusahaan," tambah manajemen.
Melalui disiplin transformasi ini, Garuda Indonesia membidik posisi yang lebih kuat sebagai national flag carrier yang tidak hanya unggul dalam layanan, tetapi juga tangguh secara finansial di tengah dinamika industri penerbangan dunia yang kian menantang.
Baca Juga: Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju
-
OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional