Suara.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) meminta masyarakat jeli dalam memilih platform investasi. Sebab, saat ini banyak platform yang menawarkan investasi ilegal.
Ketua SWI, Tongam L Tobing mengatakan, masyarakat perlu kenali ciri-ciri investasi ilegal. Menurut dia, investasi ilegal, pasti menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal dan tidak berizin.
"Cek '2L' saja, legal dan logis. Cek izinnya, badan hukumnya, dan lainnya. Kalau tidak ada, jangan ikuti," ujarnya dalam Talk Show yang digelar Suara.com bertema Tips Investasi Aman Plus Menguntungkan, ditulis Jumat (11/3/2022).
Tongam melihat, saat ini masyarakat mudah tergiur dengan penawaran-penawaran yang memberi keuntungan besar secara cepat. Padahal, tawaran itu hanya tipu-tipu agar masyarakat tertarik berinvestasi.
"Misal menjanjikan keuntungan 1% sehari, itu bagaimana mungkin. Kemudian bahwa mereka menawarkan keuntungan fixed, itu tidak berlaku pada trading yang biasanya, karena selalu ada risiko untuk loss selain peluang untung," kata dia.
Tongam melanjutkan, saat ini banyak modus investasi yang menarik perhatian masyarakat, misalnya memperlihatkan harta kekayaan mobil mewah hingga rumah mewah.
Ia menambahkan, model investasi juga sedang marak, misalnya binary option yang sebenarnya investasi berkedok perjudian, hanya kegiatan tebak-tebakan.
"Nah dia marak, karena melibatkan para influencer. Seperti di kasus Binomo itu misalnya, di mana mereka menarik minat karena melakukan flexing, memperlihatkan rumah mewah, mobil bagus dan lain sebagainya," imbuh dia.
Dalam kesempatan yang sama, Dosen dan Financial Content Creator Doddy Prayogo mengatakan, saat ini masyarakat salah kaprah dengan istilah investasi. Karena investasi hanya salah satu pengelolaan keuangan untuk masa depan.
Baca Juga: Petakan Peluang Investasi 2022, Ini Deretan Emiten di MNC Investor Forum
"Padahal investasi itu kan sebenarnya bagaimana mengelola keuangan kita untuk aman ke depannya. Dan sayangnya masyarakat malah salah kaprah dan tergiur untuk menjadi kaya secara cepat," kata dia.
Sementara, Pemimpin Divisi Wealth Management BNI, Henny Eugenia menambahkan, kalangan perbankan juga tidak bosan untuk mengedukasi masyarakat terkait investasi. Ia pun membenarkan, pernyataan Tongam agar masyarakat bisa berinvestasi dengan prinsip legal dan logis.
"Setuju dengan Pak Tongam tadi, bahwa harus logis dalam melihat suatu tawaran yang disebutkan sebagai investasi. Karena risk dan return itu prinsipnya selalu sejalan, jadi tidak mungkin ada sesuatu yang menawarkan keuntungan besar dengan risiko tidak ada sama sekali. Itu tidak logis. Dan jika sudah tidak logis, perlu dicek lagi legalitasnya," pungkas Henny.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto